Sweet 20: Kental Akan Komedi Dengan Drama yang Membumi

Kabari - - DAFTAR ISI -

Liburan telah tiba, seluruh umat muslim merayakan hari kemenangan setelah satu bulan penuh berpuasa. Sebagai hiburan mengisi hari Raya Idul Fitri, Starvision bekerjasama dengan CJ Entertainment mempersembahkan film terbarunya yang berjudul Sweet 20.

Film yang diadaptasi secara resmi dari film berjudul ‘Miss Granny’ merupakan film box office yang meraih hingga 8,7 juta penonton di Korea tahun 2014. Film ini dibuat dalam berbagai versi di antaranya ‘20 Once Again’ di China meraih 11,65 juta penonton, ‘Sweet 20’ di Vietnam meraih 1,65 juta penonton. Juga telah dibuat Jepang ‘Ayashii Kanojo / sing My Live’. Kemudian versi Thailand ‘Suddenly Tweenty’ dan menyusul versi Jerman dan Amerika yang segera tayang.

Chand Parwez sang Produser menjelaskan mengenai munculnya komentar miring atas film Sweet 20,

“Ketika kita mempublikasi materi promo Sweet 20, berbagai komentar miring muncul tanpa meneliti bahwa film Sweet 20 adalah kerjasama adaptasi resmi, tentu Sweet 20 memiliki keunikan karena nuansa lokalnya,” terang Parwez saat pemutaran film perdananya di CGV XXI Grand Indonesia, Jakarta.

Film bergenre drama komedi ini untuk pemilihan penulis skenario adaptasi ini menunjuk pada Upi yang sekaligus menjadi Produser kreatif, serta garapan yang kental akan komedi dengan drama yang membumi diserahkan pada Ody C Harahap.

“Merupakan pengalaman pertama bagi saya membuat sebuah film remake dari film Korea (Miss Granny) yang sukses dan Original! Miss Granny telah di remake di beberapa Negara dan berhasil menjadi box office movie di China dan Vietnam,” kata Ody.

Lanjutnya, “Beban utama dalam membuat remake film adalah dibandingkannya dengan hasil film yang kita buat dengan film original serta film remake lain yang telah berhasil”.

Film Sweet 20 merupakan sebuah karya yang digarap dengan penuh suka cita dari para film maker. Ide cerita yang menarik, pemilihan pop Indonesia sebagai fondasi film merupakan keputusan yang bijaksana, film ini juga mengandung nilai universal yang baik, akan sangat menghibur untuk dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dikisahkan Fatmawati (Niniek L Karim), seorang nenek berusia 70 tahun cerewet yang tinggal bersama putranya seorang dosen, Aditya (Lukman Sardi), menantu (Cut Mini), serta dua orang cucu (Kevin Julio dan Alexa Key).

Fatmawati selalu membanggakan Adity, sampai suatu hari ia mengetahui akan dikirim ke panti jompo. Hal yang membuatnya sangat terpukul dan pergi dari rumah, di perjalanan ia melihat studio foto forever young, dan berniat mengambil foto untuk di pemakamannya kelak. Namun setelah berfoto sang nenek berubah menjadi 50 tahun lebih muda dan kembali berusia 20 tahun.

Fatmawati pun memulai kehidupannya yang baru dan mengganti namanya menjadi Mieke Wijaya seperti artis yang ia idolakan. Seiring berjalannya waktu, Mieke (Tatjana) mendapat kesempatan untuk meraih mimpinya menjadi penyanyi, sesuatu yang tidak bisa dilakukannya pada saat muda dulu.

Keunikan Mike muda dengan gaya bicara dan seleranya yang masih seperti nenek 70 tahun justru membuat 3 pria jatuh hati padanya. Seorang produser musik (Morgan Oey), cucu laki-lakinya, dan Hamzah (Slamet Raharjo) yang mencintainya sejak sama-sama muda dulu. Hingga suatu peristiwa terjadi yang membuat Mieke harus memilih untuk melanjutkan kehidupan barunya atau kembali menjadi Fatmawati.

Jenis Film : Drama, Comedy

Produser : Chand Parwez Servia

Sutradara : Ody C. Harahap

Penulis : Upi

Produksi : Starvision, CJ Entertainment

Pemain : Tatjana Saphira, Niniek I Karim,

Morgan Oey, Slamet Rahardjo, Kevin Julio.

untuk SHARE Artikel ini klik www.Kabarinews.com/93669

Newspapers in Indonesian

Newspapers from USA

© PressReader. All rights reserved.