Kisah Inspiratif Luna, Perenang Cilik mengukir Prestasi di AS

Perenang Cilik Mengukir Prestasi di AS

Kabari - - DAFTAR ISI -

Usia bukan alasan untuk mencapai prestasi, Luna gadis 10 tahun berhasil mengantongi puluhan medali kejuaraan renang di AS Luna Safira Beckett itulah nama putri semata wayang pasangan Roger dan Dian Beckett. Di usia yang masih sangat belia, Luna begitu ia akrab disapa sudah menyabet sederet prestasi membanggakan dalam pertandingan olahraga renang.

Pertama kali Luna mengenal renang ketika dia berlibur ke Indonesia. Pada suatu kesempatan Luna diajak berenang bersama saudara sepupunya, saat itu usia Luna masih 4 tahun dan belum bisa berenang, bahkan sang ibu menuturkan Luna masih sangat takut. Sejak peristiwa itu, ketika dia dan keluarganya kembali ke Amerika, sang ibu justru ingin anaknya bisa mencoba hal baru karena itu ia mendaftarkan les renang di Life Time Fitness Club, sebuah tempat olahraga di kota Shelby Township, negara bagian Michigan. Tujuan sang bunda sebenarnya hanya ingin Luna lebih berani tidak tenggelam saat berada di kolam renang. Namun kesempatan berkata lain, justru dari ketidaksengajaan itu bakat luna terasah. Hanya dalam waktu 6 bulan Luna sudah bisa menguasai 4 gaya renang. Kemampuan Luna pun diakui sang pelatih, sampai akhirnya ia diminta untuk bergabung dalam tim renang di klub tersebut. Kedua orang tuanya pun tak keberatan, sejak saat itu kemampuan Luna berkembang dengan pesat hingga mengikuti berbagai kompetisi lokal di klub renang. Luna pun berhasil masuk ke Tim Renang USA yang akhirnya membawanya ke jenjang yang lebih tinggi. Dan hingga saat ini Luna terdaftar sebagai anggota USSC Swim Club, yakni tim khusus yang lebih profesional dan bergensi di ajang kompetisi renang.

Renang sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Luna. Meski harus banyak kehilangan waktu bermain, Luna tetap berkomitmen mencintai dunia renang. Ia menyadari untuk menjadi seorang atlet profesional harus mengorbankan waktu, karena sesi latihan menjadi prioritas jelang kompetisi. Bahkan tak jarang ia pun sering melewatkan undangan ulang tahun atau menikmati liburan karena jadwalnya bersamaan dengan jadwal

kompetisi dan latihan. Displin membagi waktu itulah yang diterapkan kedua orang tuanya, pendidikan dan karir berjalan beriringan, di sela kegiatannya Luna tetap giat belajar. Ia tidak mengeluh meski harus membawa PR (pekerjaan rumah) dan dikerjakan di sela-sela latihannya atau bahkan di hotel saat dirinya mengikuti kompetisi di luar kota.

Namun tak menampik, Luna yang masih belia pernah merasa sedih bahkan menangis saat melewati sesi latihan dan jadwal yang ketat. “Saya sering menangis pada saat pelatih memberikan latihan yang amat berat dengan jadwal yang sangat ketat,” keluhnya.

Tak berlama-lama sedih, keceriaan kembali muncul saat dia mulai bertemu teman baru. “Tapi di kolam renang Luna juga bertemu dengan teman-teman baru pada saat saya mengikuti kompetisi, saya menemukan sahabat saya yang juga teammates saya, kami saling mendukung baik pada saat latihan atau kompetisi,” lanjutnya.

Pengorbanannya serasa terbayar lunas, senyum bangga di wajah bocah keturunan Indonesia ini kembali merekah saat namanya diumumkan dan berhasil menaiki podium untuk menerima medali dan piala. Dia bangga karena semua teman-teman dan gurunya turut mendukung karirnya.

Dari semua prestasi yang sudah diperolehnya, Luna mengaku bahwa jalan dan perjuangannya masih jauh ke depan. Luna bangga dengan prestasi yang sudah dicapainya, tapi ia belum puas dan ingin terus maju. Impiannya adalah masuk menjadi tim nasional dan menjadi salah satu atlet yang dikirim untuk Olimpiade pada saat usianya sudah memungkinkan untuk itu.

Demi mencapai impiannya Luna akan tetap disiplin, selanjutnya ia akan berlatih lebih keras dan mendengarkan petunjuk-petunjuk yang diarahkan oleh pelatihnya. Ia ingin memotivasi dirinya untuk terus berprestasi. Ia berharap prestasinya bisa menjadi modal untuk mendapatkan beasiswa di sekolah favorit yang nantinya bisa mengantarkannya belaga di ajang Olimpiade.

Peran orang tua

Kedua orang tua sangat berperan penting dalam karir Luna, di tengah kesibukan pekerjaan kantor keduanya bergantian membagi waktu untuk sang putri tercinta. “Ibu dan ayah saya bergantian mendukung karir saya, di tengah kesibukan mereka, salah satu menyempatkan waktu untuk mengantarkan saya latihan dan menghabiskan waktu di kolam renang menunggui saya berlatih 4-5 kali seminggu,” ungkap Luna. Mereka pun rela mengorbankan waktu istirahat saat akhir pekan demi menemani Luna latihan, bahkan sampai bela-belain menghabiskan cuti kerja demi mengantar sang buah hati mengikuti kejuaraan di luar kota. Dian Bakett sang ibu menjadi ‘ahli gizi’ pribadi Luna, ia tahu dan memilihkan asupan yang terbaik untuk putrinya. “Ibu saya amat sangat memperhatikan diet dalam makanan saya supaya saya tidak mudah sakit. Teman-teman dan guru saya juga mendukung pada saat saya mengikuti pertandingan,” papar gadis 10 tahun itu.

Selain suka berkompetisi dalam air, ternyata Luna punya hobi yang tak kalah unik. Ia suka sekali menulis. Dan semua pengalamannya selama menjadi atlet ditulis menjadi sebuah cerita. Tidak berhenti sampai di situ saja, Luna pun sedang mencoba menulis naskah untuk film pendek.

Pesan Luna untuk anak-anak yang memiliki minat pada olahraga renang dan ingin berprestasi, jangan menyerah. Tetaplah semangat dan berusaha semaksimal mungkin. Luna adalah bukti kerja keras, terbukti di usianya yang masih sangat belia ia berhasil mencapai prestasi. (KABARI1002/ foto:dok. pribadi)

“Ibu saya amat sangat memperhatikan diet dalam makanan saya supaya saya tidak mudah sakit. Teman-teman dan guru saya juga mendukung pada saat saya mengikuti pertandingan,”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from USA

© PressReader. All rights reserved.