Edward Akbar, Traveling Adalah Makanan Jiwa

Traveling Adalah Makanan Jiwa

Kabari - - DAFTAR ISI -

Edward Akbar, seorang pekerja seni yang mumpuni dalam seni peran ini memaknai jalan-jalan, atau keliling wisata sebagai makanan jiwa. Dia begitu menikmati apalagi jika ada kesempatan menjelajahi tempat-tempat yang belum banyak dikunjungi wisatawan. Mencintai alam dan isinya adalah caranya menghormati karya ciptaan Tuhan.

“Kalau disebutin sebenarnya banyak, yang jelas saya suka alam, gunung dan pantai. Mungkin tempat-tempat explore yang jarang dijamah oleh orang, karena di situ masih ada suatu kejujuran dan ketulusan dari bumi itu sendiri,” ujar Edward saat ditemui Kabari di kawasan Jakarta Selatan.

Menurut pria kelahiran 1985 ini, hiruk-pikuk perkotaan sudah sangat padat, karena itu diperlukan kesejukan. “Di kota atau di Jakarta sudah penuh dengan kepentingan dan bisnis. kita harus menetralkan jiwa kita untuk pergi ke tempattempat yang penuh dengan kehijauan alam atau pun melihat birunnya samudera,” imbuhnya.

Belum lama ini Edward mengarungi Banyuwangi-Anyer

Di kota atau di Jakarta sudah penuh dengan kepentingan dan bisnis. kita harus menetralkan jiwa kita untuk pergi ke tempat-tempat yang penuh dengan kehijauan alam atau pun melihat birunnya samudera

dengan motor kesayangannya. Meski harus menempuh jarak 1400 KM, dia mengaku begitu menikmati. Ada kepuasan tersendiri, karena ada banyak pengalaman dan hal unik yang baru.

“Pada saat kita start di Banyuwangi kita ketemu masyarakat Ijen begitu ramah, saya punya pengalaman ketika pagi – pagi mau sarapan ketemu penduduk lokal dan menawarkan untuk mampir kerumahnya untuk sarapan. Kalau di Jakarta kayanya susah ketemu orang seperti itu,” ucapnya.

Itulah keindahan, lanjutnya, selama tujuh hari dari Banyuwangi ke Anyer hanya sekali menemukan pengalaman seperti itu. “Pengalaman itu buat cerita di hari tua kelak.”

Sejak duduk di bangku SMP, Edward sudah menyukai traveling. Sang ayah lah yang berperan besar mengenalkannya dengan alam. Alam memberinya ‘energi’ baru. “Pada saat menciptakan karya atau selesai bermain film, saya suka mencari energi itu dari alam,” paparnya.

Alam adalah penjaga kita, kata Edward. Pemain film Pengantin Terakhir ini pun berkeyakinan bahwa kehidupan dunia bergantung pada alam. “Jagalah alam maka alam akan menjagamu,” katanya berpesan. (KABARI1008/ Foto: dok. pribadi)

Newspapers in Indonesian

Newspapers from USA

© PressReader. All rights reserved.