Pameran Tim Burton di Hong Kong.

Tim Burton membocorkan rahasia dapurnya dalam berkarya, termasuk proyek-proyek filmnya yang gagal diwujudkan.

DestinAsian Indonesia - - FEATURES - OLEH CRISTIAN RAHADIANSYAH

Tim Burton giat menciptakan filmfilm yang dipenuhi karakter gotik dan kelam. Sebuah pameran di Hong Kong kini mengundang kita mengenal lebih dekat sang sutradara, termasuk menebak-nebak apa yang “salah” dengan otaknya.

The World of Tim Burton berlangsung dari 5 November 2016-23 Januari 2017 di ArtisTree. Di dalamnya, Kita bisa menemukan sekitar 500 benda kreasi Tim Burton, menyimak riwayat sang sutradara, juga proses kreatifnya dalam berkarya.

Pameran ini menampilkan 10 area tematik. Area pertama, Around the World, memajang puluhan sketsa yang digambar di atas tisu restoran—suguhan yang memperlihatkan sisi lain Tim Burton sebagai seorang perupa yang piawai. Toxic Girl at Eiffel Tower, salah satu sketsanya, memperlihatkan Menara Eiffel yang mencong dan seorang gadis dengan mulut yang dijahit.

Area kedua, Influences, membeberkan tokoh-tokoh yang memengaruhi Tim Burton, misalnya Georges Méliès dan Edward Gorey. Di sini kita bisa menjawab bagaimana imajinasi liar Tim Burton ditempa, juga bagaimana obsesinya terhadap karakter monster dibentuk. Di masa kecilnya, pria kelahiran 1958 ini ternyata menggilai film Godzilla dan The War of the Gargantuas.

Unrealized Projects adalah bagian lain yang memikat. Pengunjung bisa melihat beragam karakter dari proyek-proyek film yang mangkrak di tengah jalan. Contohnya: Little Dead Riding Hood, sebuah parodi suram dari kisah fantasi klasik buatan Charles Perrault.

Melihat adegan darah yang muncrat dan bola mata yang copot, The World of Tim Burton memang kurang cocok bagi anak di bawah umur. Tim Burton bahkan kerap memelintir sosok protagonis yang sakral. Dia misalnya menampilkan Sinterklas yang seolah muncul dari neraka, atau Dewa Cupid yang melesakkan panahnya ke kepala pasangan yang tengah kasmaran. Bagi Tim Burton, monster adalah bagian yang sah dalam hidup. Dan dalam dunia monster, ukuran benar-salah versi “normal” tak lagi berlaku.

Jejak Karya Searah jarum jam, dari kiri: Instalasi di tengah area pameran; Tim Burton; karakter dari film Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children; instalasi di luar ruang pameran.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.