MUSEUM

DestinAsian Indonesia - - CONTENTS - Kapel Kelly Dinding Austin yang ditaburi jendela aneka warna. Kanan: Panel-panel marmer di interor Austin, bangunan yang dirancang oleh mendiang Ellsworth Kelly.

Warisan terakhir seniman Ellsworth Kelly di Texas.

Wujudnya kapel, padahal perancangnya seorang ateis. Tak kalah aneh, bangunan ini ditempatkan di Texas, sebuah negara bagian di Amerika Serikat yang berhaluan konservatif. Bagaimanapun, terlepas dari dua kejanggalan itu, Austin telah menjadi magnet baru Blanton Museum of Art (blanton museum.org) untuk memikat pencinta seni dan desain.

Austin dirancang oleh Ellsworth Kelly, pelukis dan pematung kenamaan kelahiran New York. Kapel “profan” ini diresmikan pada 18 Februari 2018, berbarengan dengan pembukaan pameran temporer Form into Spirit: Ellsworth Kelly’s Austin yang memajang beberapa lukisan dan gambar lawas buatan Kelly.

Kapel ini lahir dari proses yang panjang. Desain orisinalnya digarap pada 1987, tapi konstruksinya baru bergulir tiga dekade berselang ketika Kelly sudah kelewat sepuh dan menghirup udara dari tabung oksigen. Pada Januari 2015, dia menyerahkan desain Austin kepada Blanton Museum. Sebelas bulan kemudian, sang seniman wafat di usia 92 tahun, tanpa sempat melihat kreasi

terakhirnya direalisasikan. Tapi setidaknya melalui Austin publik kini bisa memahami siapa Kelly.

Bagaikan sebuah obituari artis, Austin menggambarkan riwayat dan eksplorasi estetis pembuatnya. Arsitektur Romawi pada kapel ini terinspirasi dari gereja-gereja renta yang dulu dikagumi Kelly saat berkuliah di Prancis. Permainan geometrisnya mencerminkan pengaruh kuat aliran neo-plasticism, sementara interiornya sarat manipulasi cahaya dan bayangan. Di masa Perang Dunia II, Kelly sempat bergabung dalam satuan “Serdadu Hantu” dengan tugas utama menciptakan kamuflase.

Bangunan seluas 252 meter persegi ini disusun dari banyak materi impor yang mahal—salah satu alasan proyek ini mangkrak terlalu lama. Batu kapur pada dindingnya didatangkan dari Spanyol, kaca pada 33 daun jendelanya dirakit di Jerman, sementara panel-panel dekoratifnya memakai marmer hitam asal Belgia dan marmer putih Italia. Satu-satunya muatan lokal Austin hanyalah pintunya yang terbuat dari kayu oak daur ulang asal Texas. “Dari dana $23 juta yang dijaring untuk proyek ini, $19 juta di antaranya dipakai untuk membiayai konstruksi,” jelas Penny Snyder, Media Manager Blanton Museum.

Austin merupakan bangunan pertama dan satu-satunya yang didesain oleh Kelly. Berkat kehadirannya, Texas kini memiliki satu lagi kapel buatan seniman masyhur. Pada 1971, Rothko Chapel karya Mark Rothko diresmikan di kota Houston. Ironisnya, sebagaimana Kelly, Mark Rothko tak pernah melihat kapel rancangannya itu. Dia bunuh diri pada 1970.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.