TRADISI

DestinAsian Indonesia - - SPECIAL REPORT -

Referensi dari Ida Bagus Gede

Sidharta Putra, Ketua Yayasan Pembangunan Sanur; Ketua Bali Recovery.

PERANG PANDAN

Dalam perang ini, kaum pria bertarung menggunakan senjata daun pandan berduri. Tradisi yang disebut Mekare-kare ini berlangsung di Desa Tenganan, Karangasem. Ritual ini, kata Gusde Sidharta, ditujukan sebagai penghormatan kepada Dewa Indra yang dikenal pula sebagai Dewa Perang.

PAWAI OGOH-OGOH

Sehari sebelum Nyepi, hari suci di mana seluruh laku profan dihentikan, warga Bali menggelar arak-arakan patung ogohogoh. “Ogoh-ogoh merupakan representasi karakter Bhuta Kala,” jelas Gusde Sidharta. Ibarat Halloween versi Bali, pawai ini berlangsung di banyak desa dan diikuti oleh semua kalangan.

PENGEREBONGAN

“Selama prosesi, banyak penyungsung pura kesurupan,” ujar Gusde Sidharta. Dalam kondisi itu, mereka berteriak histeris, menari-menari, dan layaknya aksi debus massal, menusukkan keris ke dada. Bukan tontonan yang cocok bagi mereka yang berjantung lemah. Pengerebongan digelar delapan hari setelah Hari Raya Kuningan dan dipusatkan di kompleks Pura Petilan Kesiman, Denpasar.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.