SKETCHBOOK

Ambon oleh Artyan Trihandono.

DestinAsian Indonesia - - CONTENTS - —CR

Di sektor pelayaran dan perdagangan antarpulau, Ambon telah berperan penting sejak zaman kolonial. Di sinilah VOC dulu menancapkan markas besarnya serta pangkalan angkatan lautnya guna mengontrol monopoli atas sentra-sentra rempah di gugusan Maluku. Kini, Ambon menampung tiga pelabuhan besar yang melayani lalu lintas barang dan manusia, dari dan menuju pulau-pulau yang berserakan di timur Indonesia.

Akhir tahun lalu, Artyan Trihandono (@artyan_ trihandono) mengunjungi Pelabuhan Slamet Riyadi. Lokasinya di tepian Teluk Ambon, sekitar 600 meter dari Benteng Nieuw Victoria. Di sini, Artyan mengikuti acara sketsa bersama komunitas lokal Maluku Sketchwalk. “Sketsa ini dibuat sekitar pukul sembilan pagi,” kenangnya tentang karyanya. “Semua dilakukan di lokasi, tepat di hadapan obyek, selama sekitar satu jam.”

Artyan menekuni sketsa sejak masih berkuliah di jurusan Arsitektur Universitas Trisakti, Jakarta. Empat tahun silam, pria yang bekerja sebagai arsitek dan artwork designer ini kian serius dengan hobinya dan memutuskan bergabung dengan tiga komunitas pencinta sketsa, yakni Sketchwalker, Indonesia’s Sketchers, serta Urban Sketchers. Sebagaimana yang diperlihatkannya di Ambon, dia kini gemar “menggambar obyek-obyek menarik di sela-sela traveling bersama keluarga maupun teman-teman.”

Bandar Bahari Barisan kapal di Pelabuhan Slamet Riyadi, satu dari tiga pelabuhan utama di Ambon yang melayani rute antarpulau.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.