SENI TEPI LAUT

Tiga pameran seni kontemporer di tepi laut.—CR

DestinAsian Indonesia - - GOOD TO GO -

1. Sculpture by the Sea Tahun lalu, pameran ini menyebar lebih dari 100 patung dari Pantai Bondi hingga Tamarama, Sydney. Sculpture by the Sea dirintis pada 1997. Awalnya dihadiri 25.000 pengunjung, hajatan ini kemudian merekah jadi pameran kolosal yang didatangi ribuan orang. Berkat popularitasnya, Sculpture by the Sea telah diwaralaba ke Perth. Tahun ini, ia bergulir dari 18 Oktober-4 November di Bondi, disusul oleh Perth pada Maret 2019. sculpturebythesea.com.

2. Sculpture on the Gulf Waiheke, pulau yang berjarak 20 kilometer dari Auckland, telah lama dikenal sebagai salah satu kutub seni kontemporer Selandia Baru. Di sini bermarkas lebih dari 30 galeri dan 100 artis. Pada 2003, melalui Waiheke Community Art Gallery, mereka merintis Sculpture on the Gulf (SOTG). Pada 2017, hajatan bienial ini memajang 34 patung di area terbuka. Episode SOTG berikutnya berlangsung dari 25 Januari-17 Februari 2019. sotg.nz.

3. Sea Art Festival Laut berperan vital bagi perekonomian Busan, kota pelabuhan di tenggara Korea. Melalui Sea Art Festival, kota ini mengundang para perupa untuk memberikan laut tafsir yang melampaui uang dan laba. Sea Art Festival berlangsung saban tahun ganjil di pantai yang berbeda. Terakhir, dari 16 September-15 Oktober 2017, panitia memilih Pantai Dadaepo untuk memajang 40 karya buatan 41 artis asal 11 negara. busanbiennale.org.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.