STYLE FILE

Kawasan Puncak tak cuma mengoleksi resor dan vila, tapi juga medan petualangan yang memikat.

DestinAsian Indonesia - - CONTENTS - OLEH KARINA ANANDYA | FOTO ADVAN MATTHEW PENATA GAYA DEVI LESMANA

Melepas penat, menyantap kuliner, serta menggelar kenduri dan reuni adalah sebagian alasan utama ribuan turis menyerbu Puncak saban akhir pekan. Satu yang sering dilupakan, kawasan dataran tinggi ini sebenarnya menawarkan pula medan petualangan yang menggiurkan.

Tiap akhir pekan, ribuan turis berlibur di Puncak demi melepas penat, menyantap kuliner, serta menggelar kenduri. Satu yang kerap dilupakan, kawasan ini sebenarnya masih menyimpan medan petualangan yang atraktif.

Puncak, dataran tinggi di antara Bogor dan Cianjur, mengoleksi aset yang menggiurkan bagi kaum penjelajah. Ikonnya tentu saja Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, kawasan konservasi yang rutin dikunjungi para pendaki dan peneliti. Tempat ini tak cuma menantang kita mendaki dua menara alam, tapi juga menembus hutan yang dihuni beragam satwa elusif khas Jawa Barat.

Di antara bukit dan gunung, Puncak menyimpan belasan air terjun, atau curug dalam bahasa lokalnya. Salah satu yang paling kondang ialah Curug 7 Cilember yang, sesuai namanya, terdiri dari tujuh air terjun. Kegiatan populer di sini adalah kamping yang dikombinasikan dengan waterfall hopping.

Puncak juga mengoleksi alternatif aktivitas bagi petualang pemula. Area Telaga Warna menawarkan ekspedisi yang “ramah kaki,”

sementara Gunung Pancar mengajak kita menembus hutan pinus. Opsi yang jauh lebih santai ialah tur membelah perkebunan teh, baik dengan berjalan kaki atau menaiki jip, seperti yang ditawarkan oleh sejumlah operator off-road di Cisarua.

Selain menawarkan banyak pilihan kegiatan, Puncak mengoleksi beragam penginapan. Inilah alasan lain Puncak digemari, terutama bagi segmen keluarga. Hotel dan vila bertaburan di tepi jalan-jalannya yang berliku di pinggang perbukitan. Sejatinya, tiap eksplorasi alam di sini tak pernah benar-benar berjarak dari matras dan air panas.

Satu perkembangan yang menarik, dalam beberapa tahun terakhir Puncak menyaksikan kemunculan sejumlah properti premium yang berhasil menaikkan standar kemewahan lokal. Salah satunya Royal Tulip Gunung Geulis, resor bintang lima yang bersemayam di daerah Sukaraja, sekitar 16 kilometer dari Kota Bogor.

Royal Tulip Gunung Geulis, properti yang diresmikan pada 2016, melebur harmonis dengan lanskapnya. Lobi dan restorannya dirancang semi-terbuka agar tamu bisa menikmati panorama dengan leluasa. Sensasi serupa tersaji di 173 kamarnya yang dilengkapi balkon privat.

Tapi resor ini tidaklah berniat mendekap tamu dalam bangunan. Tamu senantiasa diajak mengisi hari dengan aneka kegiatan, seperti bermain golf, mengarungi kawasan rindang sekitar resor dengan sepeda atau ATV, kemudian menutup hari dengan menonton matahari terbenam di area Zen Deck. “Awalnya terkenal sebagai kawasan golf, tapi sudah dua tahun terakhir resor ini resmi bertransformasi menjadi onestop destination,” ujar Juliawati Sadeli, Marketing Communications Manager Royal Tulip Gunung Geulis.

Randai Bumi Dari atas: Menikmati kehangatan api unggun di tengah kesejukan kawasan Puncak (kaus, jaket, celana, dan tas dari Under Armour); bersiap menjelajahi alam daerah Sukaraja, Puncak (kaus, jaket, dan celana dari Hush Puppies; kacamata dari Optik Melawai). Kiri: Trekking di hutan di daerah Sukaraja, Puncak (jaket, celana, dan tas dari The North Face).

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.