MUDA BERJAYA

DestinAsian Indonesia - - SPECIAL REPORT -

Sejumlah remaja menciptakan rekor petualangan yang mencengangkan. Apa yang dibutuhkan untuk mencetak penjelajah cilik?—CR

Atas pertimbangan kedewasaan dan keamanan, miras hanya legal dikonsumsi oleh mereka yang berusia minimum 21 tahun. Untuk mengendarai sepeda motor, batasannya 16 tahun. Untuk membeli rokok, 18 tahun. Anehnya, petualangan, aktivitas yang juga menuntut kedewasaan dan keamanan, tidak mensyaratkan usia.

Pada 2014, Malavath Poorna, gadis 13 tahun asal India, sukses menaklukkan Everest, menjadikannya perempuan termuda yang menggapai puncak tertinggi sejagat itu. Pria belia yang menorehkan catatan serupa adalah Jordan Romero pada 2010, ketika usianya juga 13 tahun.

Selain keduanya, ada Laura Dekker. Pada 2012, saat usianya 14 tahun, gadis Belanda ini menuntaskan pelayaran solo keliling dunia. Dua tahun berselang, Matt Guthmiller, remaja 19 tahun asal Amerika Serikat, menyelesaikan ekspedisi serupa, tapi kali ini dengan menaiki pesawat.

Keberanian adalah topik yang sudah diulas sejak zaman Plato. Isu ini juga memengaruhi “bisnis” banyak lembaga. Setidaknya perusahaan asuransi lebih untung jika populasi penakut berlimpah, dan klinik lebih ramai jika ada banyak orang nekat. Tapi dari mana sebenarnya keberanian seorang anak berasal?

Sains menjawabnya sebagai buah kombinasi antara pola asuh, faktor genetik, serta kualitas kesehatan. Dari kesemuanya, menurut Sianiwati Sunarto, psikolog dari Universitas Kristen Maranatha, kontributor terbesarnya ialah pengalaman hidup anak, termasuk pengamatan, bacaan, serta penghayatannya atas pola asuh orang tua. “Nilai-nilai yang diterapkan orang tua melalui pola asuhnya dapat mendorong anak untuk berani bertualang,” tambahnya.

Mempelajari banyak kisah petualang muda, dukungan orang tua, termasuk dukungan moral dan modal, memang vital. Berkatnya, anak bisa menemukan keyakinan untuk menaklukkan dunia, jauh sebelum memiliki SIM. Ambil contoh Khansa Syahlaa, bocah 11 tahun yang mendaki tujuh puncak tertinggi di Indonesia. Prestasi itu tak lepas dari peran ayahnya, Aulia Ibnu Sina, yang merangkap sebagai pelatih sekaligus sponsornya. Contoh lain: Jade Hameister, manusia termuda yang menorehkan polar hat-trick: ski di Kutub Utara, Kutub Selatan, dan Greenland. Paul, ayahnya, pernah mendaki Seven Summits.

Bagi orang tua yang mendambakan petualang cilik, saran Sianiwati, mereka mesti menempa anak sejak dini, terutama untuk menguasai keterampilan hidup mandiri. Misalnya dengan mengajarkan anak menyeberang jalan, menyiapkan sarapan, serta menaiki kendaraan umum. Muda bisa berjaya, asal tidak dimanja.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.