Resilient Man

Esquire (Indonesia) - - Sukses - HANIN SIDHARTA (OWNER CYCLO COFFEE & APPAREL)

Winston Churchil, mantan perdana menteri Inggris pada perang dunia kedua pernah mengatakan, “Success is not final, failure is not fatal: it is the courage to continue that counts.” Setiap manusia pasti pernah merasakan kegagalan di dalam hidupnya. Pilihannya, bangkit atau terpuruk.

Pergulatan ini dialami oleh Hanin Sidharta, ketika menjalankan bisnisnya. Dia tidak menyerah ketika impiannya membangun Aksara records pupus pada tahun 2009, atau ketika harus menelan pil pahit saat bisnis retail sepeda miliknya tidak berjalan mulus dan harus kandas di tengah jalan. Hanin menjadikan semua itu titik balik menuju masa depan yang lebih baik. Instingnya kian tajam, analisis bisnisnya pun kian paripurna. Hanin kemudian membangun model bisnis baru, yakni Cyclo Coffee & Apparel, sebuah kedai kopi yang membubuhi kegiatan bersepeda sebagai gimmick.

Apa alasannya mengawinkan kopi dan sepeda? “Kopi dan sepeda memiliki culture yang selalu berbarengan. Jika diminum setengah jam sebelum berolahraga, akan menjadi fat burner alami, sekaligus menjadi pemacu semangat bersepeda,” sebutnya. “Selanjutnya, kami menggabungkannya dengan menjual jersey,” sambungnya. Di sinilah kejelian, serta kedewasaan dalam melihat peluang bisnis didemonstrasikan oleh Hanin.

“Saya pernah gagal total berbisnis sepeda, dan buat apa lagi saya berjualan sepeda dengan aksesorisnya? Tetapi tidak demikian dalam urusan baju. Para pesepeda selalu ingin tampil keren. Apalagi mereka yang berdomisili di Jakarta. Saya menawarkan kepada mereka pilihan upper level bespoke cycling jersey dan bukan jersey sepeda biasa,” imbuhnya. Ketika melakukan inovasi tersebut, Hanin secara cerdik memberi aksen yang membedakan antara Cyclo Coffee & Apparel dengan para kompetitornya.

Café sejenis Cyclo Coffee & Apparel memang tidak banyak di Jakarta. Apalagi yang secara strategis memilih tempat di distrik bisnis SCBD. Alasannya memilih SCBD karena dia benar-benar mempelajari aktivitas pesepeda di Jakarta. “Kita tahu SCBD menjadi tempat para pesepeda di Jakarta memulai kegiatannya. Biasanya mereka memarkir kendaraannya di wilayah ini, lalu kemudian bersepeda melintasi wilayah di sekitarnya sebelum kembali lagi ke SCBD,” papar Hanin.

Hasilnya dirasakan benar oleh Hanin. Cyclo Coffee & Apparel yang menempati gedung Crumble Crew di SCBD, kerap menjadi titik kumpul para pesepeda sebelum berkegiatan. Berada di wilayah perkantoran pun memberi nilai tambah terhadap pertumbuhan bisnis Hanin. Selanjutnya dia akan membangun perusahaan rekaman seperti Aksara records.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.