MAN BEST

Esquire (Indonesia) - - Man At His Best -

BAGAIMANA Anda memulai karier?

Saya memulai karier dengan bernyanyi di kafe. Lalu membentuk band Mata Air dan merilis satu single di bawah bendera Universal Music Indonesia (UMI). Empat bulan setelah rilis, UMI di-cut dan semua produksi lokal ditarik dari pasaran. Ini menjadi pukulan berat dan membuat saya berhenti bermusik sebelum akhirnya bertemu dengan Dewiq (musisi dan pencipta lagu terkenal). Pertemuan tersebut menjadi katalisator terciptanya lagu hits saya yang berjudul Salah. Selanjutnya saya dikontrak Aquarius dan menerbitkan album Terus Bersinar.

Bisa diceritakan tentang single terbaru dan mengapa Anda mengubah konsep musik?

Perubahan musik saya lakukan karena musik elektronik semakin diminati. Akhirnya saya memutuskan membuat karya yang memiliki benang merah dengan karya-karya saya terdahulu, namun dibalut sound modern, atau disebut elektronic dance music. Anda tidak takut kehilangan fans? Inilah evolusi sound. Pendengar lagu Kau Cantik, dan Salah juga perlu mendengar bahwa saat ini sound telah berubah. Saya mencoba memberi satu pilihan bagi pendengar lagu-lagu hit saya lewat lagu Wajahmu Tidak Bisa Aku Lupakan.

APA yang membuat Anda dapat Bertahan di tengah persaingan?

Bagi saya, di dunia musik tidak ada persaingan. Jadi saya bertahan karena tertantang untuk terus berkarya, dan menciptakan terobosan baru. Anda AKRAB dengan personil Bip. sedalam APA pengaruh mereka pada musikalitas Anda?

Sangat dalam. Mereka tidak hanya produser dan penulis musik namun lebih dari itu, mereka adalah panutan bagi saya. APA pencapaian yang Anda Banggakan? Saya masih mampu berkarya, Itulah pencapaian yang membanggakan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.