CERITANYA TIDAK DIAMBIL DARI NOVEL, MELAINKAN KISAH LEPAS YANG BERHUBUNGAN DENGAN THE BOURNE TRILOGY

FHM (Indonesia) - - Good News For Men -

kondisi dunia juga tengah berada di bawah permasalahan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sounds intriguing. Why We’re Excited? Sebagai sebuah film, banyak yang merasa kalau jalinan cerita tokoh rekaan Robert Ludlum ini sudah cukup sampai di film The Bourne Ultimatum saja. Bahkan kami berani mengatakan kalau The Bourne Trilogy merupakan salah satu trilogi terbaik yang pernah dibesut oleh Hollywood. Rumor mengenai babak lanjutan Jason Bourne sudah beredar sejak 2007, tapi Matt Damon merasa kalau cerita si mata-mata amnesia ini sudah tutup buku, kecuali sutradara Paul Greengrass punya sudut pandang yang menarik untuk diceritakan. Sempat muncul spinoff yang tidak perlu di tahun 2012 dan berita tarikulur mengenai film ke lima Jason Bourne. Akhirnya pada 2014 Universal Pictures secara resmi memberikan lampu hijau untuk film ini dengan kembali meminta Matt Damon memainkan tokoh ikonik ini dan Paul Greengrass untuk menggarap filmya. Ceritanya tidak mengambil apa yang terjadi di novel, melainkan kisah lepas yang masih memiliki hubungan dengan trilogi awal. Film ini pun langsung ditulis oleh Paul Greengrass sendiri, yang dibantu oleh Christopher Rouse, editor yang meracik The Bourne Supremacy dan The Bourne Ultimatum jadi tontontan yang super keren. Sembilan tahun sejak Jason Bourne tahu siapa dirinya, kondisi di dunia nyata banyak yang berubah berkat adanya Snowdeneffect. Masalah di dunia cyber inilah yang menjadi inspirasi untuk menceritakan petualangan baru Jason Bourne. Hal tersebut juga turut memberi ruang bagi aktor Tommy Lee Jones, Alicia Vikander, dan Riz Ahmed untuk memainkan karakter-karakter baru yang saling bertolak-belakang. Tommy Lee Jones sebagai direktur CIA yang memilih cara-cara lama dalam menyelesaikan masalah, sedangkan Alicia Vikander dan Riz Ahmed menjadi agen CIA urusan cyber yang sudah melek teknologi. Julia Stiles juga kembali memerankan tokoh Nicky Parsons, pengingatnya Jason Bourne. Masih samar-samar siapa sosok villain di film ini, meski muncul nama aktor asal Perancis Vincent Cassel tapi kami tidak ingin berasumsi lebih. Agar lebih menegangkan, setting film ini mengambil latar kerusuhan di Yunani (meski mereka tidak syuting betulan di negara itu karena satu dan lain hal), Berlin, London, dan Las Vegas. Lagipula, satu hal yang membuat petualangan Jason Bourne terlihat keren saat ditonton di layar lebar karena pendekatannya yang lebih realistis, yang mana agen mata-mata ini lebih brutal dan bisa tetap bekerja meski dengan tangan kosong dan mengandalkan apa yang ada di sekitarnya. Bahkan, pengaruh Jason Bourne sangat terasa saat James Bond melakukan reboot lewat Casino Royale di tahun 2006. Seperti kata-kata yang terkenal di iklan bensin, dimulai dari nol lagi, ya, Jason Bourne.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.