OVERWATCH

Siapkan pasukan Anda untuk menghalau invasi teknologi

FHM (Indonesia) - - Good News For Men -

Anda tidak akan tahu apa yang akan terjadi di depan. Kutipan itu sangat tepat untuk menggambarkan sebuah video game garapan Blizzard Entertainment satu ini. Awalnya, Blizzard memiliki ambisi yang sangat besar untuk membuat game Massive Multiplayer Online (MMO) berjudul Titan. Setelah memakan 7 tahun proses developing, Blizzard harus mengibarkan bendera putih dan membatalkan proyek game ini. Dan beberapa bagian yang telah terbentuk untuk Titan, akhirnya dialihkan untuk sebuah proyek multiplayer first person shooter yang sampai saat ini telah dimainkan oleh 7 juta gamers, yaitu Overwatch. Masa open beta yang diadakan Blizzard dinilai sukses mendongkrak angka penjualan Overwatch, karena berbeda dengan developer lain yang hanya memberikan sebagian dari mode permainan atau karakter pada saat open beta, Blizzard justru membuka seluruh mode permainan dan karakter. Jadi bisa dibilang Blizzard membagikan Overwatch secara cuma-cuma, namun dalam waktu yang terbatas. Meskipun Overwatch adalah game multiplayer yang kental dengan nuansa shooter, bukan berarti developer yang telah menelurkan Warcraft dan Diablo ini tidak memberikan plot yang menarik pada Overwatch. Semuanya bermula saat kemajuan teknologi justru menjadi musuh dalam selimut untuk kehidupan manusia, manusia harus bertarung dengan teknologi atau mesin yang mereka ciptakan. Puncaknya adalah saat konflik global bernama Omnic Crisis menimpa umat manusia, lalu untuk melindungi diri, manusia menciptakan pasukan khusus dari penjuru dunia yang diberi nama Overwatch. Ancaman dari Omnic Crisis berhasil diselesaikan oleh Overwatch, dan Overwatch telah menjadi tulang punggung keamanan dunia selama 30 tahun. Namun karena tak adanya pengawasan yang ketat, akhirnya membuat para punggawa Overwatch melakukan aksi kriminal yang justru memecah kesatuan Overwatch. Untuk kelanjutan plot cerita, Blizzard merilis secara terpisah dari game, yaitu melalui situs Youtube. Overwatch bukanlah game Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) murni seperti yang Anda bayangkan, kuatnya unsur shooter justru membuat Overwatch lebih terasa sebagai game multiplayer first person shooter. Namun kesederhanaan yang ditampilkan dalam gameplay Overwatch, justru menjadi kekuatan utama mereka. Kesederhanaan itu membuat game ini sangat menarik bagi casual player yang cukup malas untuk mempelajari game yang penuh dengan embel-embel. Dari segi grafis, game ini memang bukan mengutamakan sisi realistis, namun aksesoris yang ditampilkan pada Overwatch dijamin mampu membuat Anda berdecak kagum. Ditambah lagi, kontroversi kostum ketat para karakter wanita dalam Overwatch memberikan inspirasi para fans-nya untuk membuat membuat konten ‘nakal’ di beberapa forum dunia maya. Dengan fakta tersebut, tentu akan salah besar jika Anda masih meragukan kualitas visual dari game besutan Blizzard ini.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.