FHMVS Lucky Kuswandi

Meski sering dijadikan kata umpatan, namun kami tetap mengembalikan para kera ke habitatnya

FHM (Indonesia) - - Access -

Kami berani berasumsi bahwa Galih dan Ratna adalah rival yang pantas untuk disandingkan dengan Romeo dan Julie. Kisah percintaan dua pasang kekasih ini sama-sama berjalan sangat manis, namun sayangnya tidak berakhir seperti apa yang mereka harapkan. Namun satu hal yang membedakan dua pasang kekasih ini adalah Galih dan Ratna tidak berasal dari keluarga terhormat yang kaya raya, dan mereka juga masih mengenakan seragam putih abu-abu, atau masih SMA. Kisah cinta Galih dan Ratna yang telah melegenda di benak masyarakat Indonesia ini ternyata berhasil menggugah hati seorang sutradara muda yang telah mendapatkan dua penghargaan di ajang Silver Screen Awards, Lucky Kuswandi, untuk mendaur ulang kisah cinta Galih dan Ratna namun dengan berbagai penyesuaian di lingkungan remaja saat ini. Film Galih dan Ratna menjadi sebuah tribute yang Lucky berikan untuk film Gita Cinta dari SMA yang tayang pada tahun 1979 silam.

HANGING APE

Bergantungan di pohon mungkin bukan tugas yang mudah untuk kami yang hanya seorang pegawai biasa. Begitu juga untuk Lucky Kuswandi, meskipun ia seorang sutradara kawakan, namun meloncat dan bergantungan di pohon tentu bukan hal yang mudah baginya. Tapi hal itu tentu tidak ada apaapanya bagi seekor kera plastik yang menjadi bagian dalam permainan kami. Tidak perlu sulit-sulit ataupun menguras pikiran, kami hanya perlu melontarkan sekelompok kera ini agar ia tersangkut di dahan pohon. Setiap pemain akan diberikan 20 kali kesempatan melontarkan kera ke dahan pohon. Setiap dahan pohon memiliki poin yang berbeda, jika pemain mampu menggantungkan keranya di dahan paling bawah, maka ia akan mendapatkan poin 10, dahan yang berada di tengah bernilai 15, dan dahan paling atas bernilai 20. Pemain yang mampu mendapatkan poin tertinggi akan dinyatakan sebagai pemenang. Seperti per t ading a npertandingan sebelumnya, Dimas selalu menjadi pion terdepan kami untuk mewakili FHM berhadapan dengan Lucky Kuswandi. Kami harap tingginya jam terbang Dimas dalam berbagai pertarungan mampu membuatnya memenangkan pertandingan ini.

THROW EM’ ALL

Diberikan waktu sekitar 5 menit untuk kedua pemain melakukan perkenalan dengan pelontar yang akan mereka gunakan untuk mengembalikan sekelompok kera tersebut ke pohonnya. Raut wajah para pemain terlihat berbeda setelah mereka melakukan pemanasan, ternyata melontarkan seekor kera plastik ke pohonnya tidak semudah yang kami kira. Akurasi dan perhitungan yang presisi menjadi faktor penting di permainan ini. Dimas mendapatkan giliran pertama, namun mungkin karena sedikit gugup, ia gagal menyangkutkan kera pertamanya. Begitu juga dengan Lucky, di awal pertandingan mendapatkan poin dari kerakera tersebut. Setelah memasuki lemparan ke 10, kedua pemain tampak sudah lebih yakin. Secara bergantian mereka berhasil menyangkutkan kera-kera tersebut ke dahan pohon. Akhirnya kedua pemain samasama mampu menyangkutkan 4 ekor kera ke dahan pohon. Meskipun mereka sama-sama menyangkutkan 4 ekor kera, namun poin yang mereka dapatkan berbeda. Dimas menutup pertandingan dengan 60 poin, dan sayangnya Lucky mengakhiri perlawanan Dimas dengan 70 poin. Hasil akhir yang cukup menyesakkan untuk FHM. The Winner is.. Lucky Kuswandi! Sepertinya kami harus lebih sering berkunjung ke Taman Safari agar bisa lebih dekat dengan para kera.

Film Galih dan Ratna akan tayang pada tanggal 9 Maret 2017.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.