SENI DALAM SELEMBAR KARPET

PENETRASI SENI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI TERWUJUD DENGAN SEMPURNA LEWAT BENDA INTERIOR BERBENTUK KARPET. OLEH FEBE R. SIAHAAN

Harper's Bazaar (Indonesia) - - Art Jakarta -

Ada banyak media yang bisa digunakan sebagai sarana berekspresi seni, dan salah satunya adalah benda-benda interior. Piring serta kulkas pernah dijajal, dan kini karpet menjadi media bagi 10 seniman mengekspresikan ide artistik mereka. Proyek Art Carpets pun diwujudkan lewat berkolaborasi dengan Mohoi Home Decor, perusahaan produk interior yang juga membuat karpet custom-made. Sepuluh karpet yang didesain khusus oleh 10 seniman dilelang dalam charity auction di pameran Art Jakarta 2018 dan hasilnya disumbangkan ke Yayasan Mitra Museum Jakarta. Inilah kesepuluh seniman tersebut. 1. ABENK ALTER Walaupun tergolong baru di dunia seni lukis, pria yang dulu pernah bergabung dalam band Soulvibe ini telah dipercaya menyumbangkan karyanya untuk proyek ini. Abenk mulai berkarier sebagai seniman lukis full time di tahun 2013 dan pameran pertamanya adalah #Selfportrait di Jakarta Biennale di tahun yang sama. Lukisannya kadang abstrak, kadang figuratif, atau gabungan keduanya. Latar belakang sebagai musisi turut mempengaruhi gaya lukisannya, terlihat dari tarikan garis yang ritmis dan warna yang vibran pada karya berjudul Latenite Conversation yang ia buat untuk charity auction ini.

2. ADITYA NOVALI Seniman asal kota Solo ini membuat karya berjudul The Nation in Between untuk proyek Art Carpets. Dua buah karpet yang berpasangan ini merupakan gambar deretan garis halus dan rapat yang menggambarkan realitas kebangsaan orang Indonesia saat ini. “Sebuah jalinan kebersamaan yang rapuh tapi juga kuat, sempurna dari kejauhan tetapi ada ketidaksempurnaan ketika dilihat dari dekat,” jelas Aditya. Pria yang berlatar belakang pendidikan di bidang arsitektur ini memang kerap mengangkat tema Indonesia dan makna kebangsaan ke dalam karya-karyanya.

3. BAMBANG ‘TOKO’ WITJAKSONO

Berawal dari memelopori gerakan street art yang serius dan melibatkan teman-teman seniman di Yogyakarta, kemampuannya dalam mengorganisasikan acara seni kemudian membawanya sebagai pencetus Artjog (awalnya bernama Jogja Art Fair). Karyakarya Bambang berakar pada gambar komik yang ditekuninya sejak awal menuntut ilmu di ISI Yogyakarta. Ia selalu mengangkat isu sosial yang berkembang dari jalanan, menggambarnya dalam figur komik, dengan atau tanpa narasi. Untuk kolaborasi dengan karpet buatan Mohoi ini ia menyumbangkan sebuah lukisan komik, yang mendapat pengaruh kuat dari gaya Liechtenstein.

4. DARBOTZ

Bisa jadi Darbotz adalah seniman yang paling banyak ditanggap untuk berkolaborasi dengan brand atau mendapat commision untuk menghiasi beberapa bagian kota Jakarta. Berawal dari street art dan grafiti, karya Darbotz yang mayoritas menggunakan warna hitam putih semakin populer di kalangan masyarakat urban. Lukisan grafitinya yang terpampang di dinding luar bangunan hotel maupun bagian lain kota dapat dinikmati langsung oleh orang-orang. Untuk Art Carpets Darbotz menyumbang karya berjudul The Mask, yang menggambarkan bahwa terkadang kita perlu menampilkan karakter yang berbeda-beda agar bisa survive.

5. HENDRA ‘HEHE’ HARSONO

Kerja sama antara seniman asal Yogyakarta ini dengan Art Jakarta telah lama terjalin, dan di perhelatan tahun ini ia juga membawa proyek lain yaitu Sustainable Square. Untuk Art Carpets, ia menggarap ulang lukisan berjudul Home Is Where The Tired Is Gone. Lukisan ini menggambarkan bahwa rumah adalah bagian penting bagi proses berkesenian Hehe. “Pulang ke rumah bisa berarti melepas lelah atau tempat bekerja, menuangkan kegelisahan ke dalam karya,” ujar sang seniman yang juga membuat art toy ini. Figur kekanakan dan warna-warna cerah yang kontras turut menjadi simbol bagi suasana bermain penuh keakraban di dalam sebuah rumah.

6. INDIGUERILLAS

Duet suami istri Dyatmiko Lancur Bawono dan Santi Ariestyowanti telah melahirkan karya-karya unik perpaduan nilai tradisional dan budaya kontemporer. Beberapa kali pasangan ini berpameran di luar negeri serta menjalin kolaborasi dengan berbagai ranah kreatif, seperti fashion dan interior. Karya berjudul Say ¥ $ :V ¥ $ $ $ ! ini merupakan gambaran bahwa di dalam global market Indonesia sebagai bagian dari negara dunia ketiga tak lain hanyalah suporter, dan mata uang terkuat adalah Yen, Euro, dan US Dollar.

7. MUJAHIDIN NURRAHMAN

Lewat karyanya yang berjudul Aksioma, seniman asal Bandung ini hendak mengeksplorasi persepsi manusia terhadap simbolsimbol yang hadir di depan mereka. Karya-karyanya sendiri telah mengalami perjalanan transformasi, dari tema mimpi dan imajinasi, ke tema politik, kemudian spiritualisme, dan kini ia mendalami tema religi. Ia juga menggunakan berbagai media untuk mengekspresikan idenya, seperti hand-cut paper, lukisan, video, fotografi, dan kombinasi dari beberapa media. Ia juga mengeksplorasi seni instalasi dengan menggunakan hand-cut paper sebagai media utamanya.

8. RADI ARWINDA

Kerap menggabungkan seni tradisional dengan budaya pop, karya Radi Arwinda mendapat tempat di hati masyarakat oleh karena figur komikal yang sangat urban. Seniman asal Cirebon ini memiliki ikatan yang kuat dengan adat dan simbol budaya tradisional, serta tokoh-tokoh dari mitos dan cerita rakyat. Elemen tersebut ia gabungkan dengan seni komik Manga dari Jepang, juga fenomena sosial yang sedang berkembang di masyarakat. Lukisan untuk Art Carpets diambil dari karyanya berjudul Kapal Terbang Minta Uang 2 yang pernah dipamerkan di Viviyip Artroom.

9. ROBY DWI ANTONO

Seniman asal Ambarawa ini merupakan salah satu talenta muda yang memiliki banyak penggemar dan karyanya selalu dinanti setiap kali mengikuti Art Jakarta. Figur perempuan kecil berwajah polos dan sendu yang kerap menjadi tokoh utama lukisan surealismenya telah berhasil mencuri hati penikmat seni. Untuk proyek charity auction ini ia membuat lukisan berjudul _m_ati yang menggambarkan bahwa rasa empati sekarang ini kian terkikis oleh egoisme dan individualisme. Padahal empati adalah emosi atau rasa alami yang dimiliki oleh setiap manusia dan merupakan fondasi dari hubungan yang harmonis.

10. WEDHAR RIYADI

Nama seniman asal Yogyakarta ini semakin dikenal setelah karya patungnya yang berjudul Bola Mata menjadi salah satu centerpiece di pameran Artjog 2017. Menerapkan tema surealisme dan gerakan lowbrow merupakan cara Wedhar menyuarakan pemikirannya tentang fenomena sosial di sekitarnya. Ia juga banyak mendapat pengaruh dari seni pop dari Jepang, grafiti, serta komik. Untuk Art Carpets ia memberikan karyanya yang berjudul Tumbuhan. Karya ini mengajak kita untuk merawat, menjaga, saling berbagi dan memahami satu sama lain agar hidup memiliki nilai lebih.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.