Artsy Cuisine

VISUALISASI YANG CANTIK SERTA PERPADUAN RASA YANG HARMONIS MENJADI KEKUATAN HIDANGAN Chef SEUMAS SMITH, YANG IA PERSEMBAHKAN BAGI PENCINTA SENI DI JAKARTA. OLEH FEBE R. SIAHAAN

Harper's Bazaar (Indonesia) - - Contents - FOTOGRAFI OLEH HARY SUBASTIAN

Perhelatan Art Jakarta 2018 tidak hanya meninggalkan kesan mendalam tentang karyakarya yang dipamerkan, tapi juga sebuah pengalaman istimewa dari pop-up resto-nya. Tahun ini memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena chef yang memasaknya berganti untuk pertama kalinya. Ia adalah Seumas Smith, Executive Chef dari Moosehead dan Magie Joan’s, dua resto yang kini menjadi salah dua yang paling hip di Singapura. Mengusung nama Greenhouse by Magie Joan’s, pop-up resto yang beroperasi selama pameran Art Jakarta 2018 berlangsung berhasil menjadi talk of the town berkat tangan dingin sang chef. Selama empat hari penyelenggaraan, ia menghidangkan menu spesial antara lain Hamachi Crudo sebagai hidangan pembuka, lalu pilihan daging sapi dan bebek, serta hidangan penutup salah satunya berupa kombinasi klasik sorbet ceri, biskuit cokelat, hazelnut praline, dan cream. Terdengar umum namun tidak ada yang biasa-biasa saja dalam hal rasa. Seumas Smith memulai kariernya di usia 16 tahun ketika ia bekerja di restoran Sulair di kampung halamannya, Stornaway, Skotlandia. Di sana ia belajar banyak tentang cara mengolah seafood dan menemukan passion-nya di bidang memasak. Tahun 2009 ia kemudian bekerja di restoran Lords of the Manor di Cheltenham, sebuah restoran berbintang 1 Michelin di bawah pimpinan Chef Matt Weeldon. Kariernya semakin baik dan pada tahun 2011 ia mendapat kesempatan bekerja di salah satu restoran milik chef ternama asal Inggris, Heston Blumenthal. Di resto bernama Dinner by Heston itu ia kemudian menempati posisi sebagai Chef de Partie (semacam supervisor yang bertanggung jawab mengawasi kerja di bagian tertentu di dapur). Namun kepindahannya ke Singapuralah yang kemudian mengubah gaya memasaknya dan menciptakan hidangan-hidangan mengesankan. Setelah tiga tahun bekerja dengan Heston Blumenthal, ia menerima tawaran sebagai Sous Chef di restoran Esquina milik Jason Atherton di Negeri Singa. Dan tidak lama setelah itu, masih di negara yang sama, ia kemudian bergabung dengan Moosehead sebagai Head Chef. Di sini, ia menemukan gaya memasaknya yang digambarkan sebagai inovatif, sophisticated, sangat memperhatikan detail, dan fokus pada bahan yang digunakan. Walaupun demikian, suasana restonya sangat friendly dengan musik yang ringan. Pemilik Moosehead kemudian membuat resto baru dan ia mendapat tawaran untuk menjalankannya. Restoran bernama Maggie Joan’s ini lokasinya berdekatan dengan Moosehead, namun lebih tersembunyi dengan signage yang kecil. “Seperti best kept secret namun semua orang boleh datang,” ujar chef Seumas dalam wawancara bersama Bazaar. Bersama Maggie Joan’s inilah Seumas didukung oleh The Ritz-carlton, Jakarta, Pacific Place membuat konsep popup resto Greenhouse selama Art Jakarta 2018 berlangsung. Khusus untuk Greenhouse by Maggie Joan’s, chef Seumas mempelajari beberapa bahan masakan lokal untuk memperkaya rasa masakannya. Contohnya adalah seperti yang tampil di halaman ini. Pertama, Hamachi Crudo dengan almond buttermilk, edamame, salmon, dan cumin. Kedua, barbeque beetroot dengan dressing bread honey dan daun-daunan. Terakhir parfait cokelat dan ceri. “Bahan-bahannya sedikit berbeda dengan apa yang biasa saya gunakan, namun kualitasnya tetap sama. Kami tetap berusaha untuk menyamakan pengalaman makannya,” jelas sang chef. Untuk menyikapi kebiasaan makan di era millennial ini, di mana setiap masakan akan diabadikan lewat foto, tampilan karya chef Seumas menjawab kebutuhan itu. Masakannya tampil sebaik rasanya dan sangat menginspirasi. Sama halnya dengan pelanggannya, ia pun kerap terinspirasi oleh visualisasi makanan. “Rasa dan tekstur merangsang selera saya, membuat saya excited. Demikian juga dengan visual. Apabila secara visual tidak menarik, maka tidak akan membuat saya lapar,” ujarnya. Namun ia juga mengingatkan untuk selalu berpikiran terbuka ketika menikmati makanan. “Menurut saya, ketika pergi ke restoran kita harus menjadi seseorang yang open minded. Nikmati keseluruhan pengalaman makan di sana dan nikmati makanannya bersama orang-orang tercinta. Saya percaya sharing makanan akan menciptakan momen intim,” ujarnya sambil menutup perbincangan kami.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.