Personalized vs Uniformity

Tanpa disadari, terjadi semacam ‘keseragaman’ yang dapat dilihat dari pesta-pesta pernikahan dalam 10 tahun terakhir ini. Padahal setiap pasangan pengantin bertujuan untuk menjadikan pernikahan mereka lain dari yang lain. Bazaar Wedding Ideas menelusuri b

Harper's Bazaar Wedding Ideas (Indonesia) - - ISI - Oleh Febe R. Siahaan

Biar bagaimanapun, memiliki pesta pernikahan yang indah dan cantik bak di negeri dongeng adalah impian hampir semua wanita. Ada calon pengantin yang telah memikirkannya sejak awal pacaran. Atau bahkan, seperti Katherine Heigl di film 27 Dresses, sejak di bangku SD! Jadi tidak heran ketika saat itu tiba, ada semacam pressure untuk mewujudkan apa yang telah diimpikan selama ini menjadi nyata. Namun yang menjadi menarik adalah, apakah detail setiap impian itu sama? Jika kita memerhatikan berbagai pesta pernikahan di Indonesia, baik itu tradisional maupun modern (yang dikatakan modern di sini adalah yang menerapkan gaya pernikahan Western style, meskipun bagi orang-orang di belahan dunia Barat hal itu adalah tradisional), terlihat adanya keseragaman. Entah itu di bagian dekor atau busana, menu makanan, bahkan kadang sampai ke gaya pemotretan pre-wedding. Padahal bagian ini seharusnya bisa dibuat sangat personal.

Tentunya masing-masing pasangan pengantin menginginkan sebuah perayaan yang one of a kind sampai ke detail-detailnya. Tapi untuk mewujudkan semua ini mereka juga harus bekerja sama dengan berbagai pihak. Di sinilah titik penentuan keberhasilan sebuah personalized wedding. Komunikasi antara pihak pengantin dan seluruh penyelenggaranya menjadi faktor utama keberhasilan sebuah pernikahan yang one of a kind. Apakah mereka yang akan mendengarkan dan melaksanakan sepenuhnya keinginan Anda. Atau apakah Anda mampu

mengarahkan namun tidak mematikan kreativitas mereka? Dan sebelum semua itu terjadi, Anda juga perlu tahu apa yang Anda inginkan.

calon pengantin biasanya mengumpulkan berbagai inspirasi dan contoh-contoh sebelum menetapkan konsep pesta pernikahan mereka. Di sinilah biasanya calon pengantin terjebak, ingin tempat yang sebagus si anu atau semewah si itu, atau ingin gaun pengantin secantik selebriti A atau socialite B. Akhirnya mereka lupa untuk membuatnya spesial miliknya sendiri, atau bahkan lupa untuk menjadi diri sendiri. untuk itu diperlukan seorang ahli untuk mengumpulkan semua inspirasi dan membiarkannya menerjemahkan dan menjadikannya personal untuk Anda. “Sekarang ini banyak klien datang ke kami dengan begitu banyak ide dari internet atau social media. Tugas event designer adalah membantu calon pengantin menyatukan semua ide tersebut, lalu menarik benang merah untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan,” ujar Karen Tran, dekorator terkemuka asal Amerika Serikat kepada Bazaar tentang pengalamannya menghadapi klien. Atau simak juga pengalaman rinaldi A. Yunardi, desainer aksesori yang kini merupakan salah satu yang paling laris untuk pernikahan. “Biasanya calon pengantin datang ke saya dengan sebuah konsep. Tapi saya akan mempertimbangkan dulu apakah itu memungkinkan atau tidak. Saya akan tanya dekorasinya seperti apa, busananya seperti apa, sampai sejauh mana bisa diterapkan konsep tersebut. contohnya, seorang calon pengantin ingin konsep Roaring 20’s, jadi semuanya harus mendukung. Kalau dekornya bergaya era 1920-an, gaun dan riasannya pun harus mengikuti.”

Mempercayakan kepada ahli bukan berarti menyerahkan sepenuhnya, tapi memang sangat penting untuk memilih ahli yang tepat, kepada siapa Anda nyaman mempercayakan kelangsungan dan keberhasilan pesta Anda. Untuk itu Anda perlu sedikit lebih terbuka tentang kesukaan Anda dan pasangan, membagikan cerita yang bisa dijadikan elemen spesial, warna favorit, makanan favorit, dan sebagainya. Dan pilihlah ahli atau vendor yang sesuai dengan gaya Anda. Ada seorang pembuat kue pengantin ternama di Jakarta yang selalu membuat desain kue yang tidak pernah berulang dan tidak pernah mengikuti contoh yang diberikan. Jika Anda datang kepada dia, harus siap bahwa kue pengantin yang dibuatnya tidak akan sama persis dengan contoh yang Anda ambil dari majalah atau internet. Tapi keuntungannya adalah, Anda juga tidak akan mendapat kue yang sama dengan orang lain, alias punya Anda adalah satu-satunya.

Satu hal lagi, hambatan utama dari kesuksesan sebuah personalized wedding adalah pasangan pengantin itu sendiri, yang ingin seperti orang lain dan takut untuk mewujudkan sesuatu yang belum pernah dilakukan atau belum terbukti keberhasilannya. Anda juga tidak perlu takut untuk menjadi mainstream dan akhirnya tidak memperlihatkan karakter Anda dan pasangan. Karena pada akhirnya yang awalnya terlihat anti-mainstream lama-lama akan menjadi mainstream juga, bila diikuti berkali-kali oleh pasangan yang berbeda-beda. Seperti yang ditambahkan oleh rinaldi, “Yang perlu diyakini oleh calon pengantin adalah bahwa nanti pada saat pernikahan semuanya akan terlihat cantik, semuanya akan berjalan lancar. Itulah sentuhan personal yang paling penting.”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.