SPIRIT OF A STONE

Inovasi tanpa henti untuk mengungkap sisi terbaik sebutir berlian. Oleh Veronica Arviana

Harper's Bazaar Wedding Ideas (Indonesia) - - THE NEWS -

Apa yang paling diinginkan di hari paling istimewa sepanjang hidup anda? kesempurnaan. Mungkin sulit menggapainya akibat banyak tantangan yang kian bermunculan. Entah faktor internal, gaun yang kurang pas, atau perihal tamu undangan. Namun terlepas dari dilema di atas, ada satu elemen yang tidak boleh terlewatkan, yaitu simbol pengikat janji, penanda dan pengingat status, serta tujuan yang mendasari semua kerepotan yang anda jalani.

Di workshop Cartier yang terletak di 13 rue de la Paix, Paris, terdapat 130 pekerja dan ahli dengan pengalaman lebih dari 10 tahun yang terus menerus mengusung kesempurnaan. tujuannya adalah demi memperoleh hasil akhir berupa berlian yang bertakhta anggun di atas rangka cincin dengan kilau yang menunggu untuk melingkar di jari manis. Hasil akhir yang sempurna adalah ciri khas Cartier. keistimewaan batu mulia adalah kesempurnaan yang dihasilkan dari standardisasi ketajaman mata dan tangan. tidak ada istilah berlian besar atau kecil. Dari butiran kecil hingga batu besar di atas kalung High

Jewellery, semuanya mendapatkan perlakuan dan intensitas yang sama.

Setelah dinyatakan lolos syarat 4C’s (cut, color, clarity, dan carat weight), setiap batu dievaluasi kembali oleh tim yang terdiri dari 13 ahli, sebelum dinyatakan sebagai berlian berstandar Cartier. batu pear-shaped tipe IIA (sebutan yang diberikan hanya 1% dari jumlah berlian di seluruh dunia), memakan waktu pengerjaan 1.000 jam. Sebuah perhiasan High Jewellery bahkan memakan waktu pengerjaan selama 3.000 jam. karena keunikan semacam ini membutuhkan keterampilan tinggi, setidaknya ada 40 perajin yang didedikasikan khusus untuk divisi High Jewellery. bahkan tersedia ruangan khusus untuk solitaire di mana lima perajin yang mengenakan jubah putih, duduk di bangku dan bekerja dalam keheningan.

Seni perhiasan masih membutuhkan ketangkasan dan kesabaran yang sama. Semua bentuk dikerjakan dengan tangan, meski tidak sedikit melibatkan alat-alat modern. Cartier menghadirkan revolusi dalam dunia perhiasan dengan menggunakan platinum untuk menghidupkan karakter berlian. Dengan teknik yang inggil, platinum tersebut akan menghilang saat masa pemurnian. tantangan terbesar yang dihadapi oleh gem-setter adalah memastikan bahwa perhiasan Cartier terlihat cantik dari sisi depan maupun belakang. Setiap rangka dipoles tanpa lelah menggunakan kapas atau bulu angsa, agar rangka logam terlihat invisible di antara deretan berlian. Selain menonjolkan kilau alami dari dalam batu, sekaligus memberikan kenyamanan lebih pada permukaan kulit. Inilah tujuan akhir Cartier yaitu membentuk koneksi alami antara berlian dan kulit sang pemakai. karena pada dasarnya, berlian adalah sebuah sensasi dan emosi yang melebur dalam satu rangka.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.