SISIR BATAS, LINTASI PROPINSI

Cerita perempuan inspiratif penggagas bisnis otomotif.

Herworld (Indonesia) - - Contents -

Dari sekedar hobi jadi pemilik bisnis transportasi, Verawati Basri (38) buktikan bahwa dunia otomotif tak selamanya milik laki-laki.

Selama hampir dua belas tahun merintis PT. Trans Pacific Global, perempuan yang kerap dianugerahi penghargaan baik dari dalam dan luar negeri ini tak menyangka bahwa dirinya mampu berkecimpung dalam urusan komersialisasi kendaraan roda empat non-niaga. “Dulu, almarhum ayah adalah seorang engineer. Oleh sebab itu, sejak kecil saya jadi terbiasa untuk melihat dan mengerti remeh-temeh masalah mobil mulai dari mesin sampai tata cara perawatan. Namun jujur saja, saat itu semua hanya sebatas kegemaran pribadi. Tak pernah terbesit keinginan untuk berkarier pada bidang ini. Jadi jika ditanya mengenai kisah sukses, sesungguhnya yang saya capai sekarang amat jauh dari mimpimimpi masa lalu. Sebut saja takdir! Karena memang tak pernah ada niat bisa sampai di sini.” ujarnya.

AWAL KISAH

Di masa belia, perempuan yang akrab disapa Vera ini menuturkan bahwa ia sering berganti jurusan kuliah karena bosan. Sekali waktu ada di kelas interior, lalu pada subjek pemasaran dan periklanan, sampai pada studi public relation. Meski beberapa diantaranya tak rampung, tapi ilmu yang didapat ia serap sedikit demi sedikit hingga jadi modal awal untuk menjalani pekerjaan pertamanya yaitu penjaga counter di sebuah perusahaan car rental. Dari penjaga counter kemudian jadi marketing manager di usia 20an dalam waktu lima tahun bukanlah hal yang biasa-biasa saja. Pengalaman ini lah yang lalu memotivasinya untuk membuka usaha penyewaan mobil sendiri bernama Trans Pacific di tahun 2007 dan menjadi sosok perempuan pemilik bisnis otomotif yang jumlahnya masih sangat sedikit di Tanah Air.

SANG DIREKTUR UTAMA

Sebagai penggagas, pemilik, sekaligus Direktur Utama PT. Trans Pacific Global, penggemar mobil sedan sport yang ingin bisa memiliki Ferrari satu saat nanti ini nyatanya berhasil mengembangkan bisnis penyewaan mobil yang terpercaya dan bisa diandalkan. “Saat pertama buka, kami hanya punya 20 mobil. Namun tiga tahun belakangan, tepatnya sejak 2015, permintaan mulai naik khususnya saat negara tak lagi membelikan dan menyediakan mobil dinas untuk para pegawai pemerintah. Kebutuhan akan mobil jadi tinggi dan perusahaan rental makin dicari. Kebetulan, Trans Pacific jadi salah satu yang paling trustworthy karena pelayanan yang kami berikan benarbenar excellent. Cepat tanggap dan cepat pula memberi solusi. Bukan bermaksud promosi, tapi memang demikian adanya. Data peminjam pun akan kami catat serinci mungkin sampai benar-benar jelas hingga tiap ada komplain akan langsung ditanggapi. Lebih dari itu, spare parts kami juga seluruhnya asli karena kami bekerjasama dengan sejumlah pemasok suku cadang. Mungkin karena komitmen itu kami jadi lebih diprioritaskan oleh beberapa user. Mobil kami pun kini sudah tembus angka 100 unit.”

SAAT ‘SAYAP’ KIAN LEBAR

Bisnis ini pada dasarnya merupakan jenis usaha yang bergantung pada peruntungan tender. Jadi, pengumuman menang dan kalahnya akan selalu ditunggu. “Kami baru saja menang tender di Padang. Oleh sebab itu sekarang kami jadi punya tiga cabang, yaitu dua di Jakarta dan satu di Sumatera. Sekarang pun kami sudah punya beberapa akte cabang yang tersebar di seluruh pelosok Negeri, mulai dari Medan, Jambi, Palembang, Bandung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Balikpapan, dan Makassar. Tinggal tunggu lolos atau tidaknya. Jika lolos, tentu kami harus mulai bersiap menambah unit kendaraan. Namun jika kalah, masih ada area lain yang kami tunggu kabar baiknya.”

RENCANA DAN SEJUMLAH ANGAN

Meski telah berhasil mengantongi sejumlah award yang mana dua diantaranya adalah ‘Most Influencial Woman in Transport Rental in Indonesia’ sekaligus ‘Best Car Rental Company in Indonesia’ dari APAC Businesswomen Awards 2017, Verawati Basri masih tetap ingin bisa membuka bisnisnya di kawasan Asia Pasifik dan Eropa. “Karena salah satu alasan saya memberinya nama Trans Pacific Global adalah karena itu. Ingin sampai pada pasar global. Semoga satu saat ada jalan. Selain itu, ada pula keinginan untuk menyediakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat, membuka sekolah gratis, dan memberi beasiswa bagi anakanak kurang mampu sebagai bentuk CSR perusahaan. Tapi karena uang yang terkumpul belum cukup, saat ini baru ada mobil serbaguna yang kami fungsikan sebagai perpustakaan keliling, penyalur sembako, hingga penyelenggara sunat masal sejak tahun 2016. Doakan saja supaya segalanya bisa terlaksana.”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.