Kurangi Menonton TV

Terlalu banyak menonton televisi dapat mengakibatkan beberapa penyakit berbahaya. Terapkan pola hidup yang lebih aktif, dengan mencari hiburan lain pengganti menonton televisi.

IDEA - - Healthy Home Happy Home - TEKS MAULINA KADIRANTI INFOGRAFIS SUNARTO

MENONTON TELEVISI adalah salah satu hiburan yang bisa dilakukan saat Anda di rumah. Tetapi, bila dilakukan terus-menerus untuk waktu yang lama, aktivitas ini bisa saja membahayakan diri Anda dan keluarga. Menonton televisi melibatkan beberapa panca indera termasuk mata, telinga, dan tangan. Setelah ditelusuri, akibat dari menonton televisi secara berlebihan tidak hanya menyasar panca indera. Contohnya, peneliti menemukan bahwa setiap satu jam menonton TV dapat meningkatkan risiko kematian akibat serangan jantung sebesar 18% dan risiko kematian akibat kanker sebesar 9%.

Menatap layar televisi adalah salah satu gaya hidup yang kurang aktif. Kurangnya otot yang bergerak saat menonton terlalu lama, ditambah berada di depan layar televisi dengan jarak yang tidak tepat, memberikan efek negatif bagi tubuh.

Kegiatan menonton TV dilakukan oleh semua kalangan umur. Penelitian terbaru menunjukkan anak-anak berusia 2-10 tahun yang menghabiskan banyak waktu di depan televisi maupun layar komputer, 30% lebih sering mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi dibandingkan yang tidak. Kurangnya aktivitas fisik bahkan kian meningkatkan risikonya hingga 50%.

Rata-rata remaja beraktivitas fisik 2030 menit, padahal idealnya adalah lama aktivitas 60 menit per hari. Aktivitas fisik itu adalah intensitas gerakan seseorang per hari. Dengan berkurangnya aktivitas fisik, kalori yang dikeluarkan berkurang sehingga asupan kalori tak imbang. Mengerjakan sesuatu yang menyenangkan di rumah atau di luar rumah, seperti berolahraga di pagi hari, adalah salah satu cara menyeimbangkannya. Berenang juga ampuh membuat perasaan lebih terhibur daripada menatap televisi seharian.

Agar keluarga Anda tetap nyaman dalam menatap layar televisi, ada cara yang bisa ditempuh dalam menempatkan pesawat televisi di rumah. Salah satunya adalah hindari menonton televisi dengan pencahayaan yang temaram. Radiasi cahaya yang buruk dapat membuat mata cepat lelah. Kemudian, tentukan eye level tempat televisi Anda diletakkan. Eye level berkaitan dengan ketinggian penempatan televisi. Jika ruang keluarga atau ruang tempat televisi berkonsep lesehan, eye level- nya tentu lebih rendah daripada ruangan yang menggunakan sofa. •

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.