MALAM ARSITEKTUR NUSANTARA 2016

IDEA - - Jendela -

PT Propan Raya kembali menggelar Malam Arsitektur Nusantara di Cendrawasih Hall, Jakarta Convention Center, pada 22 Juli 2016 lalu. Dalam acara yang dihadiri para tokoh arsitektur tanah air ini, turut diumumkan pemenang sayembara desain bertemakan “Bandar Udara Nusantara”. Sayembara yang berlangsung selama setahun sejak 2015 lalu ini berhasil mengumpulkan 89 tim peserta dari kalangan profesional. Dari jumlah tersebut terpilih 6 finalis, yang pada puncaknya, di hasil akhir, terpilih 2 di antaranya menjadi pemenang harapan dan 1 tim menjadi pemenang utama yang jatuh kepada tim Nataneka dengan ketua Sukendro Priyoso.

Nantinya, hasil desain pemenang utama akan dijadikan master desain untuk pembangunan bandar udara di Mali, Alor, NTT. Ignasius Jonan yang masih menjabat sebagai Menteri Perhubungan RI kala itu juga mengatakan akan menjadikan desain 2 pemenang harapan sebagai master desain 2 bandara lain di provinsi NTT.

Namun, meski para pemenang telah diumumkan, semangat menghidupkan arsitektur nusantara tak berhenti sampai di situ. Karena, pada malam yang sama, Kementerian Pariwisata RI mengumumkan kerja samanya dengan PT Propan Raya untuk mengadakan Sayembara Desain Arsitektur Nusantara untuk 10 destinasi wisata prioritas Indonesia. Oleh Kementerian Pariwisata RI dan PT Propan Raya, sayembara ini diberi judul “Sayembara Desain Rumah Wisata (Homestay) Nusantara”.

Kris Adidarma, CEO PT Propan Raya, mengaku bangga telah digandeng Kementerian Pariwisata RI untuk kembali menggelar sayembara serupa. Sebab, ini merupakan bentuk kepercayaan Kementerian Pariwisata RI terhadap PT Propan Raya yang telah berhasil menggelar sayembara bertema arsitektur nusantara di tahun-tahun sebelumnya. Ini juga merupakan suatu kebanggaan karena sejalan dengan cita-cita PT Propan Raya yang ingin mengkinikan arsitektur Indonesia serta memberi kemakmuran kepada daerah-daerah.

Melalui sayembara yang dimulai pada Agustus 2016 ini, Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata RI mengajak para arsitek tanah air untuk menciptakan rumah wisata atau home stay berwawasan arsitektur nusantara. Kesepuluh daerah yang dapat dipilih peserta ialah Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu dan Kota Tua (DKI Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur), Mandalika (Lombok, NTB),

Atas dasar kepedulian terhadap keberlangsungan arsitektur nusantara, PT Propan Raya kembali menggelar Malam Arsitektur Nusantara.

Labuan Bajo (Flores, NTT), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku). Dari tiap wilayah itu akan dipilih 3 pemenang yang desainnya paling sesuai dengan karakter daerah. Sehingga, di akhir nanti akan terpilih total 30 pemenang yang akan diumumkan pada tanggal 27 September mendatang.

Kira-kira, desain seperti apa yang akan terpilih? Kita lihat dan saksikan saja di Malam Arsitektur Nusantara tahun depan! •

Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI, bersama Hendra Adidarma, Pendiri PT Propan Raya, mengumumkan kerja sama mereka untuk menggelar Sayembara Desain Rumah Wisata ( Homestay) Nusantara.

Sukendro Priyoso, Ketua Tim Nataneka, yang menjadi Pemenang Utama Sayembara Desain Bandar Udara Nusantara.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.