Suasana Alam di Dapur

Padanan unsur alami dan desain yang merespons alam menjadikan dapur ini nyaman dan fungsional.

IDEA - - Daftar Isi - TEKS EMILIA NURIANA • FOTO JOU ENDHY PESUARISSA PROPERTI KELUARGA MOHAMAD YURIZA KENOBHI, CILANDAK, JAKARTA SELATAN • DESAIN NIMARA ARCHITECT

Penerapan konsep alam memang kini banyak diminati. Tak terkecuali untuk dapur. Lokasi dapur yang bersebelahan dengan taman, membuat konsep alami di dapur ini makin terasa. Hal ini pun tidak disia-siakan Rabani Kusuma Putra atau yang akrab disapa Iron, arsitek yang mendesain dapur ini. Ia membuat beberapa terobosan desain yang jarang diterapkan untuk dapur pada umumnya.

“Sekeliling dapur dipasang kaca jendela biar pandangan plong, ketika melihat keluar,” kata Iron. Arsitek muda ini pun menjelaskan salah satu keunikan dapur ini adalah tidak memiliki dinding backsplash dan diganti dengan kaca jendela. Posisi dapur yang tidak menempel ke dinding tetangga, membuat jendela tadi jadi jalan masuk cahaya sekaligus sirkulasi udara yang baik.

Bukan cuma jendela, Iron pun membuatkan desain kabinet yang tak biasa di dapur ini. Bagian atas kabinet berbentuk miring dengan tujuan kotoran di kabinet jadi lebih mudah dibersihkan. Desain kabinet juga tidak sepenuhnya hingga ke plafon. Terdapat jendela di sisa area antara kabinet dan plafon tadi. Bagian atas kabinet yang miring kemudian jadi jalur rambatan cahaya, sehingga dapur makin terang. “Desain ini salah satu penerapan konsep arsitektur tropis yang ingin saya usung,” ungkap Iron.

Soal pilihan desain, arsitek dan pemilik rumah melakukan kolaborasi ide yang menarik. Ketika perencanaan renovasi rumah dan dapur, pemilik rumah sudah mengungkapkan keinginan akan konsep yang dekat dengan alam. Sementara untuk dapur, Yuriza sang pemilik rumah sudah membayangkan akan menjadikan dapur ini sebagai dapur bersih untuk istrinya. “Dapur ini biasa untuk roasting atau baking juga,” kata Yuriza.

Begitu pula ketika memilih warna dominan pada dapur. “Kami berdua suka konsep yang simpel tapi tetap ada sentuhan-sentuhan alam di dalamnya,” ungkap Yuriza. Maka tak heran pilihan warna kabinet jatuh pada warna hijau yang merupakan ciri khas warna alam.

Sementara ketika memilih material, Iron memberikan beberapa tawaran pilihan material. Misalnya lantai dapur yang dilapisi tegel. Sang arsitek menawarkan lantai tegel dengan tujuan pembeda tampilan dapur dengan ruang lainnya. Rupanya ide ini sejalan dengan keinginan pemilik rumah yang juga menginginkan tegel untuk pelapis lantai dapurnya.

Selain dapur, Iron juga membuat area pantri yang bersebelahan dengan dapur. Area pantri ini secara keseluruhan menyatu dengan ruang makan hingga ruang keluarga. Agar terlihat persamaannya antara dapur dan area pantri, warna kabinet di pantri dibuat sama dengan yang ada di dapur.

“Kami berdua biasanya pakai meja di pantri ini untuk makan malam kasual,” ungkap Yuriza. Meski demikian, mereka pun meletakkan meja makan di samping pantri. Meja makan merah ini jadi aksen yang menarik dari dominasi hijau pada pantri. Jendela besar di samping meja menjadikan suasana makan bersama makin nyaman karena langsung menghadap ke kolam ikan di samping rumah.

“Kolam ikan di samping ini memang ada sejak awal dan tetap dipertahankan saat renovasi,” ungkap Yuriza. Keberadaan kolam ikan tersebut pun jadi salah satu unsur penyeimbang di area dapur ini. “Yin dan Yang,” ucap Iron. Dengan keberadaan unsur alami ditambah tampilan dapur yang juga mengadaptasi alam, suasana di dapur pun tentunya terasa sangat nyaman dan sesuai dengan konsep yang dicitacitakan sang pemilik rumah. •

Jendela yang mengelilingi area dapur menggantikan backsplash. Posisi dapur yang tidak menempel dengan tembok luar membuatnya jadi jalur masuk udara sekaligus cahaya ke dapur.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.