5 Langkah Ciptakan Dapur Ideal

Dengan langkah-langkah yang tepat, dapur impian segera terwujud jadi kenyataan.

IDEA - - Daftar Isi - TEKS/ILUSTRASI FRANSISCA WUNGU PRASASTI

Entah membangun dari awal atau merenovasi yang lama, urusan membuat dapur cukup menyita pikiran, juga paling banyak menyita keuangan. Ini karena dapur merupakan salah satu ruang yang kompleks, yang memiliki berbagai kebutuhan khusus. Sebuah dapur yang ada di ruang pamer pun tidak serta merta bisa dibawa pulang dan langsung dipasang. Sebuah dapur harus dibuat sesuai dengan kondisi ruang di rumah.

Apalagi masa kini dapur tidak sekadar tempat memasak makanan. Perubahan gaya hidup membuat area ini punya fungsi lain, seperti menyantap hidangan, bekerja, bahkan menerima tamu. Tentu ini membuat dapur harus dirancang dengan lebih cermat. Sebuah dapur harus fungsional, sekaligus nyaman dan sedap dipandang mata.

Karena itulah, pekerjaan membuat dapur tidak jarang jadi proses bolak-balik yang rasanya tak kunjung usai. Selain sangat melelahkan, dapur idaman Anda pun tidak jadi terwujud. Belum lagi biaya yang bisa membengkak akibat kurang perencanaan. Untuk menghindari ini, ada beberapa langkah yang sebaiknya Anda lakukan secara berurutan.

1 Membuat daftar kebutuhan.

Yang disebut daftar kebutuhan harus berisi hal-hal yang Anda perlukan, bukan yang Anda inginkan atau bahkan yang Anda impikan. Pisahkan dengan bijaksana ketiga hal itu agar daftar Anda “ramping” dan lebih mudah diwujudkan. Untuk mempermudah, coba jawab beberapa pertanyaan di bawah ini dan catat hasilnya. • Seperti apa gaya memasak Anda? Masakan praktis sehari-hari? Uji coba berbagai resep baru? Membuat kopi? Fungsi apa yang Anda ingin ada di dapur? Misalnya, tempat sarapan atau makan besar? Tempat anak-anak mengerjakan pekerjaan rumah? Tempat kerabat dekat mengobrol? Perangkat apa saja yang akan ada di dapur? Untuk perangkat besar, sebaiknya sudah diputuskan dari awal agar tidak banyak perubahan desain di kemudian hari.

2 Mengamati kondisi ruang.

Memeriksa tempat di mana dapur akan dibuat atau tempat dapur lama berada tidak sekadar untuk mengetahui lokasinya. Lebih jauh lagi, Anda harus melakukan pengamatan, juga pencatatan, terhadap hal-hal berikut ini.

Ukuran ruang secara persis. Struktur dinding. Saluran air bersih dan saluran air kotor. Jalur listrik, termasuk colokan listrik yang tersedia. Saluran buangan udara, jika ingin memasang cookerhood. Khusus untuk renovasi dapur, buat daftar elemen dapur yang ada, misalnya meja dapur, kabinet, sink, untuk memutuskan mana yang akan dipertahankan, mana yang akan diganti.

Semua poin di atas sangat memengaruhi bujet, karena mengubah bagian-bagian itu membutuhkan pekerjaan tambahan yang besar. Semakin sedikit yang diubah, semakin Anda menghemat dana.

3 Mencari inspirasi.

Langkah ini sebenarnya boleh-boleh saja Anda lakukan jauh-jauh hari. Namun, jika Anda sudah memiliki gambaran tentang kebutuhan dan kondisi ruang yang ada, inspirasi yang Anda cari akan lebih mengerucut. Anda tidak akan membuang-buang waktu mencari desain dapur yang akhirnya tidak bisa terpakai karena sangat jauh dari yang Anda butuhkan atau tidak mungkin diterapkan di ruang dapur Anda.

Inspirasi bukan tentang tampilan saja. Lebih jauh lagi, ide sebuah dapur dapat dilihat dari penempatannya dalam ruang, penempatan area kerja (lihat boks), sampai konsep penyimpanan yang akan diterapkan.

Jika ada elemen khusus yang Anda suka, misalnya model bak cuci atau motif tegel tertentu, simpanlah gambar inspirasinya. Ini berguna sebagai panduan Anda membeli barang atau mengomunikasikan keinginan Anda kepada sang desainer.

4 Menghitung bujet.

Setelah Anda mendapat gambaran akan dapur yang Anda inginkan, lakukan perhitungan kasar. Yang banyak memengaruhi biaya pembuatan dapur adalah pilihan material. Berbagai pilihan dan kisaran harga material dapat Anda ketahui dengan survei harga ke penjual material atau ruang pamer dapur.

Langkah menyesuaikan biaya pembuatan dapur dengan bujet bukan berarti berusaha mendapatkan harga terendah. Ada kalanya Anda justru tidak boleh berhemat untuk beberapa elemen yang vital di dapur. Pasalnya, jika elemenelemen penting ini rusak, biaya perbaikan atau penggantiannya akan menghabiskan lebih banyak uang.

Berikut beberapa hal yang patut diperhatikan saat menghitung bujet. • Pilihlah material tabletop terbaik yang mampu Anda beli, sebab bagian inilah yang akan “bekerja keras”. Granit dan

solid surface merupakan investasi yang bagus. Jangan sayang menghabiskan uang untuk engsel kabinet. Karena sering dibuka tutup, pastikan engsel berkualitas tinggi. Engsel murah berisiko cepat rusak. Sentuhan akhir, seperti finishing kabinet bisa disiasati jika ingin berhemat. Misalnya Anda suka kesan bersih, pelapis jenis

laminate yang mengilap lebih murah dibandingkan kayu solid yang di- finishing duco. • Untuk perangkat dapur, investasikan lebih pada kompor. Jika bujet terbatas, redam keinginan Anda untuk membeli perangkat lain seperti mesin pembuat kopi atau mesin pembuat roti, misalnya. Perangkat ini dapat Anda beli di kemudian hari, kan? Siapkan dana 10% dari total bujet sebagai cadangan jika ada perubahan atau kejadian tidak terduga.

5 Menghubungi ahlinya.

Langkah-langkah sebelumnya memang dapat Anda lakukan sendiri. Namun, tentu lebih mudah bila Anda menghubungi penyedia jasa di bidang dapur, seperti arsitek, desainer interior, atau kontraktor. Keempat langkah sebelumnya akan sangat membantu saat Anda berkonsultasi dengan sang desainer, karena Anda sudah memiliki gambaran jelas tentang apa yang Anda inginkan beserta bujet yang tersedia.

Selamat mewujudkan dapur idaman Anda!

FOTO THOMAS WILLIAM TANUSANTOSO ARSITEK TAMARA WIBOWO

Pilihan material berpengaruh besar pada bujet. Di sinilah Anda dapat bersiasat untuk menghemat. Namun, beberapa bagian dapur seperti tabletop atau engsel kabinet harus dipilih yang terbaik sebagai investasi.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.