Mengapa CFO Harus Didukung Oleh Data?

Berbagai perubahan dan tekanan mengharuskan para CFO melandaskan rekomendasi dan keputusannya pada data dan fakta. Jika tidak, kerugian finansial perusahaan jadi taruhannya.

Info Komputer - - Expert Says - Terence Kong, Country Practice Director – Industry Consulting, Data Science & BI Design – Think Big Analytics

TANTANGAN-TANTANGAN BARU terus bertumbuh bagi para ahli keuangan di era digital yang semakin berkembang saat ini, di mana pola pikir terbuka menjadi kunci terpenting. Faktor-faktor lainnya mencakup perluasan dan peningkatan keterampilan dalam ilmu

anal tics komputasi dan , yang mengakomodasi pengetahuan

anal tics operasi perangkat lunak .

Selain mendorong pertumbuhan laba, teknologi anal tics

ang tepat dapat memberdayakan para ahli keuangan untuk mengidentifikasi tren secara REAL TIME, menciptakan diferensiasi pasar, dan mengaktifkan sumbersumber pendapatan baru.

Peran Chief Financial Officer (CFO) terus berubah dan berkembang, seiring beragam tuntutan baru seputar inovasi,

blockchain seperti , selain peran tradisional sebagai CFO. CFO menghadapi tekanan besar untuk mematuhi peraturan yang berubah-ubah, memberikan audit dan wawasan keuangan, serta mengawasi aset bisnis. Kegagalan menjalankan tanggung jawab ini secara benar dapat berakibat pada kerugian finansial bagi bisnis, termasuk denda atas ketidakpatuhan, yang juga dapat merusak reputasi perusahaan.

Lingkungan yang terus berubah ini membuat CFO

data anal tics membutuhkan berbasis fakta untuk memberikan pandangan bagi divisi keuangan dan memungkinkan pengambilan keputusan berdasarkan informasi. Hal tersebut menyulitkan banyak CFO yang menghadapi data yang tidak konsisten, tidak lengkap, dan tidak dapat diakses, dan tersebar di sistem-sistem yang berbeda.

CFO membutuhkan pendekatan terintegrasi dan sistematis, yang menjangkau seluruh area perusahaan dan

crossberbagai area keuangan ( fiNANCE), sesuai dengan tujuan dan strategi departemendepartemen lainnya. Tentunya, bila mampu melakukan hal ini secara efektif, CFO dapat meningkatkan efisiensi secara signifikan dan mengeliminasi duplikasi pekerjaan. Pendekatan holistik terhadap keuangan akan memberikan tinjauan kinerja yang terintegrasi dan terperinci dan memenuhi harapan pemangku kepentingan.

Bantuan Platform Analytics Terpusat

Dengan memanfaatkan anal tics platform terpusat untuk

analisis dan DATA WAREHOUSING, beberapa perusahaan terbukti dapat beroperasi secara efisien dan efektif. Bahkan, penelitian menemukan bahwa keuangan diklaim sebagai area yang paling tinggi berinvestasi dalam anal tics 1.

Dengan bantuan teknologi yang tepat, CFO dapat membuat keputusan dengan lebih baik dalam waktu lebih singkat karena mereka memiliki akses terhadap data keuangan dan nonkeuangan yang tepat secara REAL TIME. Akses terhadap data yang lebih holistik dan tepat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang faktor pendorong bisnis, sehingga para CFO dapat mengidentifikasi tindakan yang tepat untuk meningkatkan hasil bisnis. Selanjutnya, alih-alih bertindak berdasarkan informasi historis, CFO dapat mengambil perspektif ke depan.

Menurut Gartner, 78% dari CFO menyebut Business Intelligence dan Analytics sebagai inisiatif teknologi teratas yang tengah diupayakan oleh departemennya, di atas berbagi aplikasi manajemen keuangan yang lainnya2. Dari otomatisasi ( AUTOMATION) dan CYCLE TIME yang lebih baik, para ahli juga mengungkap bahwa waktu yang digunakan untuk proses pemeliharaan laporan ( MAINTAINING REPORT) di perusahaan yang menerapkan

anal tics solusi berkurang sebesar 80-90 persen

Walau demikian, pertimbangan utama para CFO dalam memilih penyedia

anal tics SOFTWARE umumnya terpaku pada tiga faktor penting, yakni biaya keanggotaan atau berlangganan, kemampuan adaptasi dari solusi yang ditawarkan terhadap aktivitas perusahaan, dan kecepatan implementasi solusi4.

Langkah Menjadi DataDriven CFO

Ada beberapa langkah yang perlu disiapkan CFO untuk menjadi seorang CFO yang

data didukung oleh data atau DRIVEN, yaitu: 1. Menyediakan akses cepat terhadap data dan analisis dalam satu tampilan bagi pengguna bisnis dalam keseluruhan ekosistem. 2. Mempercepat pengembangan

anal tics aplikasi operasional 3. Menyediakan berbagai model konsumsi yang sesuai tujuan untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional dan keuangan, seperti perbaikan proses operasional dalam pengadaan untuk membayar, perintah pencairan dana, perencanaan, dan peramalan/ prediksi. 4. Mengembangkan teknologi LEGACY yang sudah ada maupun teknologi baru dan teknologi yang sedang berkembang untuk menyajikan kinerja ekosistem yang optimal. Ketika seorang CFO menjadi DATA DRIVEN, perusahaan dapat meraup manfaat secara signifikan. Misalnya, perusahaan dapat mengoptimalkan vendor dan pemasok melalui proses SOURCING yang strategis, dan perusahaan dapat memahami kinerja keuangan rantai pasokan ( SUPPLY CHAIN) dari ujung ke ujung sampai pada tingkat paling rinci. CFO kemudian dapat mengidentifikasi peluang-peluang untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya. Mereka juga dapat menggunakan data untuk meningkatkan aliran produk untuk memenuhi permintaan konsumen dan mengoptimalkan produktivitas aset.

Berada di bawah tekanan terus menerus untuk menghantarkan nilai yang lebih strategis bagi bisnis, masuk akal apabila para CFO harus mendasari rekomendasi dan keputusan mereka pada data terkini, paling akurat, dan serelevan mungkin. Memahami histori kinerja keuangan saja tidak lagi cukup. Agar tetap relevan, CFO harus memprediksi masa depan.

data anal tics Dengan yang tepat, mereka dapat membuat prediksi tersebut dengan lebih percaya diri, mengarahkan bisnis pada peningkatan kesuksesan.

CFO dapat membuat keputusan dengan lebih baik dalam waktu lebih singkat karena mereka memiliki akses terhadap data keuangan dan nonkeuangan yang tepat secara real time.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.