Menjawab Skeptisme Blockchain

Blockchain kerap dianggap identik dengan bitcoin. Akibatnya, apa saja yang terjadi di bitcoin melekat pada blockchain. Misalnya, ketika harga bitcoin jatuh di bursa, teknologi blockchain juga dinilai sedang jatuh.

Info Komputer - - Expert Says - PANDU SASTROWARDOYO CoFounder, Board of Directors, Senior Business Consultant, Blockchain Zoo HERIYONO SIM Senior Technical Associate, Blockchain Zoo

SITUASI INI sebenarnya bisa dianalogikan dengan komoditas kelapa sawit. Harga komoditas kelapa sawit bisa jatuh, tetapi fungsi alat berat perkebunan tetap berguna dan bisa berfungsi untuk hal lain. Ini membuktikan bahwa teknologi blockchain itu tidak hanya bitcoin berguna untuk atau cr ptocurrenc saja. bitcoin Oleh sosok dibalik , blockchain Satoshi Nakamoto, digunakan sebagai buku besar transaksi yang direkam dalam sebuah jaringan internet. Menariknya, ketika informasi sudah tercatat di dalam blockchain

, informasi tersebut tidak lagi layak untuk diganti, alias bersifat final. Oleh karena

blockchain itu, bisa dikatakan sebagai teknologi paling aman untuk menyimpan informasi, layaknya sebuah rekening koran atau catatan abadi. Tidak sedikit pemanfaatan

blockchain teknologi di luar cr ptocurrenc

. Bank adalah salah satu industri yang bisa

Blockchain memanfaatkan . Blockchain Zoo kala itu memperkenalkan kemampuan blockchain

untuk memberikan sistem terdesentralisasi ke 26 Bank Pembangunan Daerah (BPD) di bawah Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda). Tujuan kami bukan untuk menerbitkan mata uang kripto sendiri, tetapi meningkatkan efisiensi dan transparansi di segala institusi yang diberi kepercayaan oleh rakyat. Blockchain

sendiri masih dalam tahap awal dan tak jarang mengesankan sebagai teknologi yang sulit diterapkan. Itulah mengapa dibutuhkan tenaga ahli dan konsultan yang sudah mengenal dan mendalami segala

blockchain denah . Konsultasi ditujukan untuk lebih mengenal kebutuhan khusus setiap bisnis. Setelah sesi konsultasi, konsultan dapat memberi rekomendasi

blockchain mengenai kelayakan untuk diterapkan, dengan mempertimbang berbagai faktor utama dan juga sekunder.

Apakah Blockchain Boros Energi?

Salah satu anggapan yang blockchain kerap terdengar adalah itu boros dalam konsumsi daya. Borosnya listrik yang digunakan mining disebabkan aktivitas , yang memang identik dengan aktivitas perlombaan antara banyak peserta untuk menentukan siapa paling cepat/kuat untuk menemukan bitcoin “emas digital” di tambang . Namun, hal itu dikarenakan metode mining yang dipakai pada , bukan blockchain sifat alamiah dari itu sendiri. Memang, pada kenyataannya bitcoin memakan daya listrik yang

amat besar saat melakukan proses Penentuan Verifikator Bergilir. Ini disebabkan oleh banyaknya “notaris” bergilir di dalam

bitcoin jaringan , dan penentuan gilirannya memerlukan aktivitas mining

untuk memastikan peran ini dibagi dengan andil yang rata.

Situasi di atas belum tentu terjadi di

blockchain teknologi lainnya. Ibaratnya, sama-sama kendaraan, tetapi pemakaian bahan bakarnya

blockchain bisa berbeda. Pada , terdapat berbagai jenis algoritma untuk penentuan Verifikator Bergilir. Karena jumlah verifikatornya di jaringan blockchain

bukan hanya satu pihak, algoritma rotasi “proof of X” yang menentukan pihak/”akuntan” yang mana yang akan diberi kesempatan untuk menyusun transaksi di buku besar blockchain

untuk jangka waktu tertentu.

Jika di dalam buku besar usaha pada umumnya memakai siklus penutupan buku neraca setiap bulan, maka dalam blockchain

, siklus ini dilakukan setiap menit (atau seberapa detik). Dan “neraca” diterbitkan bukan oleh satu manusia/pihak,

node tetapi oleh verifikator/ yang bergantian pada setiap siklus penutupan bukunya. Konsep ini mirip seperti konsep bendahara bergilir yang dipakai di berbagai institusi besar. Bitcoin menggunakan

proof of metode yang disebut work

. Di metode ini, setiap node server

atau komputer yang dijadikan penambang harus berlomba-lomba menunjukkan

ode performa mereka. yang berhasil menyelesaikan algoritma kompleks lah yang bisa melakukan pengurutan transaksi selanjutnya dan memenangkan

reward hadiah atau .

reward Hadiah atau ini amat berharga karena bisa diuangkan. Ini yang membuat konsumsi daya menjadi tinggi, karena banyak pihak yang secara sukarela berlomba membuktikan diri demi node server

/ - nya terpilih untuk memenangkan giliran.

proof of work Selain , ada metode jenis lain yang bisa membuat proses menjadi lebih

roof of stake hemat. adalah salah satu mekanisme di mana kesempatan ini diberi secara acak di antara para pemegang koin.

Untuk bisa ikut serta, pihak tertentu memang harus memperoleh dan menyimpan sejumlah koin (layaknya pemegang saham di bursa efek). Pihak yang memiliki lebih banyak koin berhak menerima giliran (memenangkan hadiah / reward

; memungut pajak/komisi) sesuai dengan persentase koin yang mereka miliki. Di metode ini, tidak ada lagi adu kuat yang mengakibatkan terjadinya pemborosan listrik.

Blockchain Memakan Waktu Lama untuk Transaksi

Ada anggapan juga kalau blockchain

memakan waktu yang lama saat melakukan transaksi. Padahal lamanya waktu transaksi itu tergantung dari jenis teknologi blockchain

yang digunakan. Ambil contoh Ethereum, jaringan kripto yang cukup populer selain Bitcoin. Dalam

peer to peer proses transaksi Ethereum, lambat dan cepatnya proses transaksi sebenarnya bisa diatur. Di Ethereum, biaya transaksi ditentukan lewat satuan

gas yang diberi nama . Makin

gas besar yang dipasang, maka semakin cepat transaksi itu

as diselesaikan. ini berfungsi

miner sebagai komisi untuk para .

Dalam industri yang lebih besar, kecepatan transaksi juga tergantung dari bagaimana blockchain

diimplementasikan dan teknologi lain di luar blockchain

, seperti UI/UX, database

pengguna, dan middleware server Blockchain

. bisa digunakan untuk proses transaksi yang mengutamakan tingkat kepercayaan dan transparansi, dan untuk berbagai proses yang lain di mana beban administrasi dan supervisinya berat.

Seperti teknologi yang lain, blockchain

bukanlah solusi magis dan membuat proses data menjadi seketika sempurna. Tetap saja perlu menjaga akurasi

input data yang di- , dengan berbagai proses penyempurnaan tata tertib struktur organisasi. Dengan mengerti bentuk

blockchain peran , maka di sebuah proyek harus digabungkan juga dengan teknologi lain seperti perangkat cerdas (seperti sensor IoT) dan perangkat lunak lain. Jika data yang hendak divalidasi sudah di utak atik sebelum direkam ke dalam buku besar blockchain blockchain

, maka tidak bisa menyulapnya jadi benar.

blockchain Walaupun begitu, misalnya bisa membantu proses Pemilu jadi lebih terbuka dan sistem rekapitulasi datanya tidak dilakukan oleh satu pihak atau proses manual yang rentan dibajak pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pada akhirnya para pengambil keputusan tetap harus membuat perencanaan yang matang sebelum pengembangan dan implementasi sistem yang menyeluruh, termasuk salah satunya menentukan apa

blockchain keunggulan bagi industri yang mereka jalankan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.