Siap Bersaing di Era Experience Economy

Era digitalisasi bukan cuma soal memanfaatkan teknologi, namun juga meningkatkan pengalaman konsumen. Karena itu, bersiaplah menyambut era experience economy.

Info Komputer - - Special Report - PENULIS WISNU NUGROHO

KETIKA BERBICARA tentang disrupsi yang dilakukan perusahaan digital seperti Uber atau Air n , kita seringkali fokus pada pembahasan teknologi.

adahal jika ditilik lebih dalam, teknologi sebenarnya hanyalah alat. “ang lebih penting adalah bagaimana teknologi memberikan pengalaman lebih baik kepada konsumen” ungkap Keerti Melkote pendiri dan CEO Aruba etworks .

Keerti mengatakan hal tersebut saat membuka Aruba A AC Atmosphere yang berlangsung di angkok, Thailand. Di depan InfoKomputer dan ratusan peserta konferensi, Keerti menekankan pentingnya menghadirkan pengalaman terbaik bagi konsumen. “Karena sekarang kita memasuki era yang disebut E perience Economy” ungkap Keerti.

Di era seperti ini, konsumen hanya akan memilih produk atau platform yang mampu menghadirkan pengalaman lebih baik.

Manfaatkan Teknologi

Kemajuan teknologi saat ini sebenarnya membuka peluang untuk menghadirkan e e era e per e e. Keerti menunjuk industri perhotelan sebagai salah satu contohnya. “Saat ini, hotel masih menggunakan teknologi -an ketika tamu harus mengantri di

r esk setiap kali melakukan ek ” ungkap Keerti. adahal kemajuan teknologi saat ini sebenarnya memungkinkan pengalaman yang lebih memudahkan bagi konsumen.

Hotel Grand ark City Hall di Singapura, misalnya, memadukan teknologi a ere , luetooth Low Energy, dan

selfie sehingga tamu bisa ek dan masuk ke kamar tanpa harus ke r esk. Caranya setiap kali akan melakukan

ek , tamu cukup memindai paspor dan melakukan selfie lalu mengirimkannya ke petugas r esk. Setelah itu, pihak hotel akan melakukan a ere dan pemeriksaan manual untuk memastikan tamu yang melakukan selfie sesuai dengan foto di paspor. Setelah dipastikan sesuai, r esk akan mengirim ee r ke r ke s arp e tamu tersebut. Karena kunci kamar

sudah mendukung teknologi Bluetooth iow bnergy, sang tamu cukup mendekatkan smartphone

nya ke kunci dan pintu pun otomatis akan terbuka.

Contoh lain adalah Bangkok eospital. peperti diungkap seerasak hritsanapraphan, CTl dari Bangkok eospital, saat ini pihaknya gencar memanfaatkan teknologi untuk menambah kenyamanan pasien. palah satu fasilitas mendasar yang disediakan adalah koneksi tiFi untuk seluruh kawasan rumah sakit.

kamun di atas fasilitas itu, manajemen rumah sakit membangun sistem berdasarkan lokasi (location-aware). “Jadi ketika dokter masuk ke sebuah kamar, tablet mC yang mereka bawa akan langsung menampilkan rekam kesehatan pasien di kamar tersebut” ungkap seerasak.

Bahkan di masa depan, teknologi akan memungkinkan Bangkok eospital melayani pasien di luar lingkungan rumah sakit. Memanfaatkan sensor berbasis IoT, kondisi pasien bisa tetap dipantau meski mereka sudah berada di rumah. “gadi ketika kami mendapati gejala mencurigakan, kami bisa langsung meminta pasien tersebut memeriksa kesehatannya di rumah sakit” tambah seerasak.

Peran Krusial

pebagai penyedia solusi jaringan, Aruba ketworks berkomitmen membantu perusahaan menciptakan pengalaman menyenangkan tersebut. Apalagi, peran jaringan di area ini terbilang krusial. “harena kita hidup di connected

world, semua yang kita lakukan pada dasarnya selalu terhubung dengan jaringan” ungkap martha karasimhan, CTl Aruba ketworks.

harena setiap orang selalu terkoneksi, data penting seperti kebiasaan, kesukaan, sampai user

behavior pengguna sebenarnya bisa menjadi sumber informasi penting. “aari informasi tersebut, kita bisa menambahkan fitur-fitur pintar yang meningkatkan pengalaman pengguna” ungkap martha.

Aruba ketworks sendiri memiliki ketInsight, sebuah tools yang membantu administrator jaringan dalam meningkatkan pengalaman pengguna. Berbasis teknologi machine learning, ketInsight memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi masalah dan memberikan rekomendasi kepada administrator jaringan. aengan begitu, setiap bibit masalah bisa langsung diselesaikan sebelum dirasakan oleh dan mengganggu bisnis.

pelain mendeteksi masalah, Aruba ketworks juga memanfaatkan machine learning untuk meningkatkan

network security. aengan belajar data dari behavior pengguna, sistem bisa mendeteksi perilaku mencurigakan yang terjadi di dalam jaringan sehingga administrator bisa mengecek apa yang terjadi.

aengan semua solusi tersebut, Aruba ketworks berharap bisa membantu perusahaan dalam meningkatkan layanannya. peperti heerti ungkapkan di akhir presentasinya: “Mimpi kami adalah menghadirkan amazing experience with amazing simplicity”.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.