Hubungkan Petani, Pemilik Lahan dan Investor

Info Komputer - - Cover Story -

JIKA BIOPS Agrotekno dan Neurafarm membantu petani meningkatkan produktivitas lahan, perusahaan rintisan iGrow memfokuskan misinya di bidang pendanaan. “Di iGrow, kami mempertemukan petani yang punya skills

dengan pemilik lahan dan juga pembeli hasil tanaman. Nantinya, kami akan melakukan pencarian modal kepada masyarakat umum” ungkap Andreas Senjaya, pendiri dan CEO iGrow.

Skemanya kurang lebih seperti ini. Misalnya ada sebuah perusahaan yang membutuhkan produk jagung dengan nilai Rp.1 miliar untuk satu tahun ke depan. Pihak iGrow nanti akan mencari petani yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. iGrow sendiri akan membayar petani di muka dengan selisih 10-20% (atau Rp.800-900 juta).

Dana yang dibayarkan ke petani ini sendiri merupakan hasil pengumpulan dari masyarakat umum dengan konsep investasi. Jadi sambil

membantu petani, masyarakat

return juga mendapatkan dari investasi tersebut. “Selisih 10-20% itulah yang menjadi margin untuk investor dan juga iGrow,” terang Andreas.

Nilai investasinya sendiri mulai dari Rp1,5-15 juta, dengan return

rata-rata di angka 13-15% per tahun. “Untuk jangka waktu investasi bervariasi, tergantung komoditasnya. Ada yang 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, dan lainnya,” tambah Andreas.

Petani sendiri akan mendapatkan dua keuntungan dari skema ini. Pertama adalah mendapatkan akses permodalan alternatif yang lebih mudah dibanding perbankan. Kedua, petani mendapat kepastian hasil panennya diserap pasar. “Kami tidak akan mulai proses penanaman kalau iGrow belum punya kontrak pembelian dengan pembeli hasil penanaman” ungkap Andreas.

Yang juga menarik, jika petani menghasilkan lebih dari 1000 ton, selisihnya menjadi hak petani. Petani juga bisa memilih, apakah ingin menyimpan selisih hasil panen tersebut atau ingin menjualnya kepada iGrow yang memiliki kantor di daerah Depok ini.

Sejak tahun 2015, iGrow telah menyalurkan dana ke petani lebih dari Rp.80 miliar. Untuk target ke depan, iGrow bahkan menargetkan angka Rp.100 miliar. Optimisme ini tak lepas dari semakin banyaknya investor dan petani yang bergabung di platform iGrow. “Investor setiap tahun bertambah dua kali lipat, sementara petani juga bertambah meski dengan persentase lebih kecil” ujar Andreas.

Andreas Senjaya, pendiri dan CEO iGrow

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.