MENGHADAP KE LAUT MEMANFAATKAN TEKNOLOGI

Laut yang dimiliki Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan. Melalui inisiatif Gerakan Menuju 100 Smart City, potensi besar itu coba dimanfaatkan dengan memanfaatkan teknologi.

Intisari - - Advertorial - Penulis: Wisnu Nugroho

Ada cara mudah mengenali nelayan. “Ajak salaman saja. Kalau tangannya kasar, berarti dia nelayan” ucap Walikota Sibolga, Drs. H.M. Syarfi Hutauruk dengan nada bercanda. Namun ungkapan Syarfi ada benarnya. Setiap berlayar memancing ikan, nelayan harus bergumul dengan air laut dan jaring berbahan kasar yang menyisakan banyak luka di tangan.

Wajar saja jika Syarfi Hutauruk tahu betul tentang nelayan. Dari 95,4 ribu warga Kota Sibolga, sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Ikan

hasil tangkapan nelayan ini pula yang menggerakkan ekonomi Sibolga, mulai dari industri pengasapan ikan sampai restoran makanan laut.

Karena itulah, Pemerintah Kota Sibolga menaruh perhatian besar dalam meningkatkan industri perikanan. Salah satunya dengan melakukan kerjasama dengan salah satu e-commerce untuk menjual produk olahan khas Sibolga ke pasar yang lebih luas. Tantangan

memang tak sedikit. “Banyak makanan khas Sibolga yang enak, tapi kemasannya kurang menarik” ungkap Syarfi mencontohkan. Karena itu, Syarfi mendorong jajarannya untuk terus melakukan sosialisasi dan pembimbingan, agar potensi produk olahan khas Sibolga dapat menembus pasar yang lebih luas.

Pemerintah Kota Sibolga juga sedang menjajaki pembuatan aplikasi eFishery yang membantu nelayan menemukan area di laut yang sedang banyak ikannya. Data seperti ini sebenarnya sudah banyak digunakan, namun akses ke data masih terbatas pada nelayan kelas menengah dan besar. Melalui aplikasi eFishery ini, data penting tersebut akan dapat diakses nelayan kecil sehingga membantu mereka meningkatkan hasil tangkapan. Tingkatkan Pariwisata

Laut juga menjadi aset utama Pemerintah Kabupaten Morowali. Kabupaten yang terletak di Sulawesi Tengah ini memiliki Pulau Sombori yang memiliki keindahan layaknya Raja Ampat di Papua. Namun keindahan tersebut bisa dibilang belum digarap dengan baik akibat masih terbatasnya

infrastruktur, seperti jalan dan penginapan.

Karena itulah, pembenahan pariwisata menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Morowali. “Karena itu saya memasukkan pembenahan pariwisata ini menjadi satu dari tujuh misi pemerintahan saya” ungkap Bupati Morowali, Drs. Taslim.

Selain pembenahan di sisi infrastruktur dasar, Pemkab Morowali juga akan memanfaatkan teknologi untuk mempromosikan keunikan wisata Morowali. “Kami akan membantu sisi promosi dan akses komunikasi yang layak dengan menyiapkan perangkat jaringan telekomunikasi yang memadai” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Morowali Drs. Abdurahman Topo.

Sibolga dan Morowali adalah 2 dari 50 kota/kabupaten yang terpilih mengikuti Gerakan Menuju 100 Smart City tahun 2018. Melalui program ini, pemerintah pusat melakukan pembimbingan kepada kota/kabupaten terpilih dalam menyusun rencana pembangunan berbasis smart city.

Harapannya, kota/kabupaten terpilih bisa mengidentifikasi teknologi yang bisa dimanfaatkan dalam menjawab tantangan maupun peluang di masa depan. Termasuk, kekayaan negeri ini di sektor kelautan.

“Inilah keindahan Pulau Sombori yang sering disebut Raja Ampat-nya Sulawesi.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.