SAYA BUTUH PERSONAL TRAINER!

Siapa sangka, sentuhan profesional dan personal dalam olahraga ternyata dapat membantu seseorang untuk mengenali dan memperbaiki kesehatannya.

Intisari - - Daftar Isi - Penulis: Tika Anggreni dan Yds Agus Surono

Saya masih muda tetapi sering banget merasa capek,” tutur Arficita (32) kepada Intisari. Cita, begitu ia biasa disapa, mengatakan bahwa aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga dan berbisnis terasa melelahkan bahkan sebelum malam tiba. Misalkan aktivitas dimulai pagi hari pukul 06.00, belum siang Cita sudah merasa lelah. Inilah yang kemudian membuatnya bertanya-tanya, apa mungkin ia kurang berolahraga?

Rasanya tidak juga, berhubung Cita juga mendatangi kelas-kelas olahraga seperti zumba dan pilates. Harapannya, olahraga akan mendukung kesehatannya sehingga rasa capek yang mengganggu bisa hilang. Tetapi rupanya itu tidak menjawab persoalan. Hingga ia memutuskan olahraga rutin dengan arahan pelatih.

“Dulu saya ikutan kelas olahraga kadang-kadang saja, tetapi sekarang mau diseriusi, makanya saya memilih olahraga private dengan personal trainer,” jelas Cita.

Ia berharap dengan berolahraga dalam pengawasan personal trainer, olahraganya semakin rutin dan terkontrol. Cita yang kini mengikuti private strength training atau latihan beban menginginkan perubahan kualitas kesehatan yang lebih baik dengan olahraga yang diawasi dengan baik.

“Dengan olahraga bareng personal trainer saya jadi lebih

Terkadang kita bosan dengan cara olahraga kita sendiri karena tidak kunjung ada hasil, kehadiran pelatih pribadi akan menuntun kita untuk itu. Mulai dari latihan, petunjuk makanan sehat, dll. demi mencapai tujuan kita. Benefits Personal Trainer Fitness. edu.au

termotivasi dan serius, kalau dulu bergabung di kelas kadang malas kadang enggak,” tuturnya. Cita juga menyinggung berbagai kesalahan olahraga yang tadinya sering ia lakukan namun kemudian diperbaiki oleh personal trainer.

Inilah salah satu kelebihan berlatih dengan personal trainer. Halhal penting untuk mendukung kesehatan yang tadinya tidak diketahui oleh Cita kini pelan-pelan terbuka. “Enggak hanya soal postur, pola makan dan gaya hidup saya juga berubah,” sambungnya.

Rupanya setelah tiga bulan mengikuti latihan beban, Cita memperoleh manfaatnya. Mulai dari postur tubuh yang diperbaiki untuk menghindari cedera, hingga perasaan capek yang tadi selalu mendera hilang sudah.

Sejak rutin mengikuti arahan personal trainer- nya, Cita juga mengubah pola pikir tentang olahraga. Olahraga yang tadinya

“paksaan” demi mencucurkan keringat, diubah menjadi bagian gaya hidup yang disenanginya.

“Untuk makanan juga begitu, tidak lagi makan sebanyak-banyaknya, tetapi secukupnya dan lebih paham soal gizi,” cerita Cita menjelaskan soal perubahan pola makannya.

Cita dan suaminya termasuk pencinta makanan dan minuman manis. Bahkan Cita mengakui selalu menyediakan stok minuman kemasan di rumahnya. Sejak diberikan penjelasan oleh pelatih untuk mengurangi konsumsi gula, perlahan kebiasaan itu berkurang.

Ada hasil

“Nice, Cit! Lagi, Cit!” kata personal trainer kepada Cita yang tengah berlatih push up. Suara itu milik Dinda Utami, certified personal trainer yang melatih Cita secara pribadi di di Fitness Embassy, Jakarta. Dalam latihan selama satu jam itu, Dinda memberikan instruksi yang harus dilakukan Cita. Sesekali ia memperbaiki gerakan yang dilakukan Cita.

Perhatian Dinda hanya akan tertuju pada Cita seorang selama satu sesi latihan itu. “Memang akan sangat berbeda kalau latihan dilaku-

kan hanya berdua, dengan program khusus untuk satu orang,” tutur Dinda.

Sebab menurut Dinda, permulaan latihan selalu diawali dengan proses assessment untuk melihat kondisi tubuh dan tujuan seseorang untuk berolahraga. Hasil assessment inilah yang kemudian diuraikan dalam bentuk program latihan.

Setiap orang pasti memiliki tujuannya masing-masing untuk berolahraga. Pun setiap orang memiliki bentuk, postur, dan kondisi tubuh masing-masing yang tidak bisa disamaratakan perlakuannya. Perempuan yang sedang menyusui atau orang yang pernah mengalami cedera program latihannya pasti berbeda. Demikian pula Cita, yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kekuatan tubuhnya, memiliki program khusus sendiri.

Kelebihan lain dari menggunakan jasa pelatih pribadi adalah perubahan pandangan mengenai olahraga sehingga kita menjadi lebih enjoy melakukannya.

Melalui bimbingan personal trainer, peserta kemudian belajar

untuk membangun konsistensi dalam berlatih. Konsistensi dan ketekunan ini yang akan membuahkan hasil nantinya.

Dinda juga demikian, perlahan ia mulai membagikan tips bermanfaat untuk mendukung tercapainya tujuan latihan. Terlebih lagi mengajarkan pada Cita mengenai pentingnya mempertahankan kebiasaan tubuh yang sehat.

“Kami ingin membangun kebiasaan sehat yang tidak hanya diterapkan ketika olahraga, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Dinda menyampaikan tujuan keberhasilan yang ingin diraihnya sebagai pelatih. Ia tidak ingin memberikan janji muluk-muluk pada klien untuk menurunkan berat badan melalui jasa personal trainer, tetapi lebih dari itu yakni gaya hidup sehat.

Setelah kebiasaan hidup sehat terbentuk, maka kebiasaan-kebiasaan lain untuk mempertahankan kesehatan itu akan mengikuti. Hal ini bisa terbangun karena ada sinergi antara peserta dan trainer mereka.

Katakanlah soal teknik berolahraga yang benar. Banyak orang yang pada akhirnya gagal mencapai tujuan gara-gara salah teknik olahraga atau tidak mengetahui manfaat dari olahraga yang sedang dilakukannya.

Peran personal trainer dirasa sangat membantu aktivitas olahraga, terlebih lagi bagi pemula. Biasanya sebelum memulai latihan/olahraga personal trainer akan mendiskusikan bersama mengenai perencanaan program yang tepat sesuai kebutuhan dan tujuan klien. Dinda lalu menjelaskan bahwa untuk mengenali masing-masing klien membutuhkan pendekatan personal.

Itulah sebabnya setiap kali latihan, Dinda dan Cita kerap mengobrol membicarakan banyak hal. Dari situ, keduanya memperoleh informasi baru yang berguna untuk memaksimalkan program latihan. “Saya akhirnya tahu kalau Cita ternyata hobi men- stock berkotakkotak minuman manis,” kata Dinda sambil tertawa.

Arficita seusai berlatih bersama personal trainer.

Dinda ( personal trainer) memberikan instruksi pada kliennya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.