VIVID DREAM BERBAHAYA?

Intisari - - T & j - dr. Lidya Heryanto, SpKJ Psikiater RS St. Carolus Summarecon Gading Serpong

Pertanyaan:

Dok, apakah mengalami vivid dream berbahaya? Tiara di Tangerang

Jawaban:

Vivid berasal dari bahasa Inggris yang berarti tajam, terang, jelas. Vivid dream adalah mimpi yang terasa sangat nyata. Seseorang yang mengalaminya bisa merasakan secara jelas aroma, bentuk, warna, atau seseorang yang berada di dalam mimpi itu. Bahkan, ada yang dapat merasakan rasa sakit yang setara dengan rasa sakit di dunia nyata.

Vivid dream terjadi saat kita sedang berada di tengah-tengah fase tidur. Pada umumnya, mimpi terjadi melalui fase-fase dari sadar, mengantuk, setengah sadar, tertidur, dan deep sleep. Nah, vivid dream berada di antara fase setengah sadar dan tertidur. Saat mimpi mulai berjalan, tubuh berusaha tidak terbangun.

Biasanya, orang yang sedang bermimpi vivid mengalami rapid eye movement (REM) atau tidur dengan gerak mata cepat. REM bisa dilihat jika orang itu tidur dengan mata setengah terbuka.

Vivid dream terjadi karena adanya aktivitas otak saat tertidur. Saat mengalami vivid dream, otak masih bekerja dan mengaktifkan otot sensorik atau panca indera kita. Inilah yang membuat kita dapat tersadar dalam mimpi.

Meskipun terasa sangat nyata, vivid dream tidaklah berbahaya.

Vivid dream terkadang bersifat antisipatorik atau pencegahan, sehingga membantu kita mengantisipasi hal di dunia nyata. Misalnya, kita bermimpi kebelet buang air kecil. Di dalam mimpi, kita mengendalikannya dengan pergi ke WC, buang air, dan jadi lega. Tindakan itu untuk mencegah terjadinya mengompol di dunia nyata. Saat kita bangun, baru kita benar-benar buang air kecil ke WC.

Vivid dream terkadang muncul sebagai mekanisme yang membantu menenangkan jiwa. Misalkan kita mengalami vivid dream saat sedang stres. Secara psikologis, kita yang sedang stres merasa tubuh seperti tertekan (represi). Saat mengalami vivid dream, muncul mimpi tentang harapan terpendam selama ini yang terasa begitu nyata agar kita dapat merasa lega.

Ada pula vivid dream yang membuat seseorang merasa seperti kekurangan oksigen. Keadaan ini dipicu posisi tidur yang salah. Saat terjadi, otak berusaha membangunkan orang itu agar bisa bernapas dengan lancar kembali. Ini juga dapat membantu kita, karena kekurangan oksigen selama lima menit saja dapat menyebabkan penurunan fungsi otak dan otot-otot.

Saat kita terbangun dalam keadaan kekurangan oksigen dan otot-otot masih lemah, terjadi kondisi yang sering disebut sleep paralyzed atau ketindihan. Efeknya, terkadang muncul halusinasi.

Vivid dream terjadi saat kita sedang berada di tengahtengah fase tidur. Pada umumnya, mimpi terjadi melalui fasefase dari sadar, mengantuk, setengah sadar, tertidur, dan deep sleep.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.