ASERTIF BUKAN AGRESIF

Intisari - - Jeda -

Kemungkinan besar kita akan semakin agresif menyampaikan apa yang kita anggap benar ketika pendapat kita dikritik atau sulit diterima oleh orang lain. Tapi perlu diingat, sekalipun yang kita sampaikan itu baik dan benar, jika disampaikan dengan agresif, orang lain tetap bisa salah tanggap. Karena itu kita bisa mempelajari komunikasi asertif, yaitu suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain. Begini caranya:

Terimalah kritik orang lain dengan sopan. Karena kritikan seseorang membangun atau tidak itu tergantung pada respons kita terhadap kritikan itu.

Belajarlah untuk tidak kecewa, ketika pendapat kita tidak dapat diterima orang lain, bahwa tidak semua orang memiliki pikiran dan perasaan yang sama dengan kita.

Identifikasi apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan kita, sehingga kita dapat menyampaikan hal tersebut dengan jelas.

Kita tidak dapat mengontrol respons orang lain terhadap apa yang kita sampaikan, namun kita sebaiknya bertanggung jawab dengan tindakan kita. Sampaikan pendapat kita tanpa menyerang hak dan perasaan orang lain.

Tekankan dalam diri bahwa komunikasi asertif adalah harga diri kita. Sehingga kita tahu bahwa kita memiliki hak untuk menyampaikan perasaan, pikiran, dan opini kita sama seperti manusia lainnya dengan cara yang sopan.

Katakan “tidak” jika menurut Anda perilaku atau perkataan orang lain tidak benar dan merugikan Anda.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.