MYRTLE TAK PERNAH ABSEN DI KERAJAAN INGGRIS

Intisari - - Jeda - (nat)

Pernikahan Putri Eugenie dengan Jack Brooksbank, 12 Oktober 2018, kabarnya telah banyak melanggar tradisi pernikahan di kerajaan Inggris. Beberapa di antaranya keengganan mengenakan tudung kepala hingga soal kue pernikahan.

Akan tetapi Putri Eugenie tetap mempertahankan tradisi buket bunga yang dirangkai dari bunga myrtle. Bunga ini melambangkan kesucian pengantin wanita, keanggunan, cinta, kesuburan, dan kepolosan wanita. Kewajiban myrtle ini sudah ada sejak pernikahan Ratu Victoria pada 1858.

Bunga myrtle yang dipakai bukanlah sembarangan. Myrtle putih ini harus dipetik dari tanaman semak myrtle di halaman Osbourne House, salah satu properti milik kerajaan Inggris yang dulu digunakan sebagai rumah liburan Ratu Victoria di Isle of Wight.

Ternyata, bunga myrtle yang dipakai Eugenie berasal dari semak myrtle yang ditanam dari buket bunga milik Ratu Elizabeth II pada 1947. Hingga kini, semak

myrtle di Osbourne masih tumbuh dengan lebat dan dirawat dengan baik. Myrtle bersejarah ini juga dibawa Putri Diana hingga menantu-menantunya, Kate Middleton dan Meghan Markle. Pengecualian, pada pernikahan Camilla Parker dengan Pangeran Charles. Camilla menyelipkan myrtle yang berasal dari Cornwall, bukan dari Osbourne.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.