Tambah KA Jalur Jakarta–Bandung

Tiket Akhir Pekan Ludes Terjual

Jawa Pos - - Jakarta -

JAKPUS – Dampak bergesernya jembatan Cisomang di tol Cipularang ternyata sangat terasa. Tidak sedikit warga yang memilih menggunakan jalur kereta api untuk tujuan Bandung–Jakarta dan sebaliknya. Karena itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta meluncurkan 14 perjalanan kereta api (KA) relasi Jakarta– Bandung.

Mulai kemarin (25/12), PT KAI menambah enam perjalanan KA sepanjang angkutan Natal dan tahun baru (Nataru). Seluruhnya beroperasi secara bergantian. Sebab, jumlah penumpang terus naik. Dengan tambahan enam perjalanan, total ada 20 perjalanan relasi Jakarta– Bandung yang diurus PT KAI Daop 1 Jakarta.

Secara keseluruhan, 20 perjalanan KA tersebut mampu mengangkut 9.704 penumpang dalam sekali jalan. Namun, hanya KA reguler yang beroperasi setiap hari. Sementara itu, KA tambahan tidak demikian. ’’Di antara enam perjalanan KA tambahan, hanya dua perjalanan yang beroperasi setiap hari. Yakni, KLB 35F Argo Parahyangan dan KLB 36F Argo Parahyangan,’’ ujar Direktur Komersial PT KAI M. Kuncoro Wibowo.

Dua KA itu berangkat dari Jakarta menuju Bandung setiap pukul 06.30, kemudian kembali ke Jakarta pukul 11.00. Secara total, keduanya mampu mengangkut 1.036 penumpang. Empat perjalanan KA tambahan lain beroperasi setiap Sabtu, Minggu, dan Senin. Penumpang yang dapat diangkut keempatnya berbeda. Mulai 434 penumpang hingga 500 penumpang dalam sekali jalan.

Berdasar perhitungan PT KAI, tambahan perjalanan KA setiap Sabtu dan Minggu turut menambah jumlah kursi untuk penumpang. Tidak tanggung-tanggung, angkanya mencapai 21 persen. Hal tersebut dilakukan lantaran Bandung merupakan salah satu tujuan favorit bagi penumpang dari Jakarta yang ingin berlibur setiap akhir pekan. Sementara itu, tambahan perjalanan KA setiap Senin mendongkrak kapasitas tempat duduk sebanyak 59 persen. Jumlah itu jauh lebih banyak daripada sebelumnya.

Dirut PT KAI Edi Sukmoro menjelaskan, PT KAI sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang mengurus pengoperasian KA harus siap memenuhi kebutuhan penumpang. Hal itu berlaku dalam kondisi apa pun. Termasuk angkutan Nataru. Karena permintaan tiket KA relasi Jakarta–Bandung naik, sambung dia, pihaknya wajib menyiapkan KA tambahan. Dengan berbagai pertimbangan, PT KAI menambah enam perjalanan. ’’Semuanya temporer. Kami menyesuaikan kondisi,’’ ucapnya.

Ketika permintaan tiket naik, PT KAI wajib menambah kapasitas angkut. Satusatunya cara adalah menambah KA. ’’Sebab, sudah berlaku satu kursi untuk satu penumpang,’’ jelas Edi. Dengan begitu, tidak ada penumpang yang berdiri. ’’Semua penumpang pasti dapat tempat duduk,’’ tambahnya.

Karena itu, Edi berharap penumpang menyesuaikan jam kedatangan ke stasiun dengan jadwal keberangkatan KA. ’’ Yang berangkat jam 4 sore, sudah ada di stasiun sejak jam 8 pagi,’’ katanya.

Edi menjelaskan, penumpang yang bertolak dari Jakarta menuju berbagai wilayah di Jawa selama dua hari angkutan Nataru mencapai 73.071. Angka tersebut lebih besar 11 persen daripada jumlah penumpang selama periode serupa tahun sebelumnya. Berdasar data itu, sebagian besar penumpang berangkat dari Stasiun Pasar Senen. Yakni, mencapai 43.303 orang. Sementara itu, penumpang yang berangkat dari Stasiun Gambir sebanyak 27.083 orang.

Kondisi tersebut dipastikan terjadi sampai pekan depan. Sebab, libur panjang masih berlangsung sampai awal tahun depan. Selain itu, tiket KA banyak yang habis. Berdasar data yang dihimpun PT KAI Daop 1 Jakarta, tiket KA untuk Jumat (30/12) sudah habis. ’’Stasiun Gambir maupun Stasiun Senen,’’ tambah Senior Manager Corporate Communications PT KAI Daop 1 Jakarta Sapto Hartoyo.

Sementara itu, tiket KA untuk tanggal lain masih ada. Namun, jumlahnya tidak banyak alias hampir habis. (syn/ co1/ind)

SAHRUL YUNIZAR/JAWA POS

PADAT: Penumpang menunggu jadwal keberangkatan kereta api di Stasiun Gambir kemarin (25/12). Peminat jasa kereta api meningkat saat libur Natal dan tahun baru.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.