KRPG Regenerasi dengan Naikkan KU

Jawa Pos - - Total Sport -

KEGAGALAN mempertahankan gelar juara umum Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Se-Indonesia (KRAPSI) berbuah pelajaran penting bagi Klub Renang Petrokimia Gresik (KRPG). Pada KRAPSI 2016 yang berakhir Jumat (23/12), KRPG harus puas berada di bawah pemuncak klasemen Millennium Aquatic Jakarta dengan 1.864 poin. Hasil dari 8 emas, 6 perak, dan 12 perunggu.

Kepala pelatih KRPG Dudy Priharyadi mengungkapkan, faktor kemenangan Millennium memang terletak pada keberadaan perenang senior yang dijadikan tumpuan dalam mendulang poin. Dudy mengakui bahwa pihaknya kekurangan tenaga di sektor senior dan kelompok umur (KU) 1 (16–18 tahun). Karena itu, harus segera dilakukan pembenahan agar siap di tahun depan.

Pembenahan yang dimaksud adalah mengorbitkan beberapa atlet dari KU 2 (14–15 tahun) ke KU 1. Di sektor putra, Dudy menyatakan bahwa KRPG telah memiliki kandidat dalam diri Nanda Wahyu Jendro dan Yudhistira Ananta. Nanda merupakan perenang dengan spesialisasi 800 meter dan 1.500 meter gaya bebas. Sedangkan Yudhistra adalah spesialis gaya kupu-kupu 200 meter.

’’Perkembangan mereka berdua cukup signifikan,’’ kata Dudy kemarin (24/12). ’’Karena itu, kami mencoba untuk menaikkan mereka ke jenjang yang lebih tinggi,’’ jelas pria yang pernah menjadi pelatih puslatda renang Jatim di PON XIX/2016 Jabar September lalu itu.

Nanda dan Yudhistira bakal menopang Abdu Fitra dan Rizky Mumtazah. Khusus untuk Yudhistira, Dudy berujar bahwa dia dipersiapkan untuk menjadi pelapis Abdu di gaya kupu-kupu.

Selain dua nama di atas, sejatinya KRPG masih memiliki Arbiansyah Setyo yang notabene adalah perenang gaya bebas. Arbiansyah baru bergabung dengan KRPG selama enam bulan terakhir. ’’Kami masih bakal memantau kemampuannya. Namun, secara keseluruhan, dia cukup bagus,’’ urainya.

Sementara itu, di KU 1 putri, Dudy mengatakan bahwa pihaknya bisa menaikkan status Ulul Azminia (gaya punggung) dan Tarissa Berliana (gaya dada). Menurut Dudy, mereka bakal menjadi perenang putri pertama di KU tersebut.

Sebab, lanjut dia, regenerasi di putri relatif lambat. ’’Untuk Ulul, kami bakal persiapkan dia sebagai pelapis Nurul Fajar Fitriati,’’ katanya. (apu/ori/c19/ady)

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.