Atlet Doping Tercoret dari SEA Games

PB Perbakin Mengakui Menembak Rentan Doping

Jawa Pos - - Total Sport -

JAKARTA – Sanksi tegas sudah membayangi para atlet yang terbukti melakukan doping pada PON XIX/2016 di Jawa Barat. Mulai pencoretan dari pelatnas hingga skorsing yang lamanya belum ditentukan. Bentuk dan seberapa berat sanksi baru dipublikasikan setelah nama-nama atlet yang terindikasi melakukan doping diumumkan pada awal Januari 2017.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, jumlah atlet Indonesia yang positif menggunakan zat terlarang untuk meraih prestasi terus bertambah. Dua atlet nasional yang tampil di Peparnas (Pekan Olahraga Paralimpiade Nasional) Jawa Barat 2016 juga terbukti melakukan tindakan tidak jujur berupa doping saat berkompetisi. Total, ada 14 atlet yang melakukan doping.

Jumlah tersebut menggenapi total 12 atlet yang berlaga di PON XIX/2016 yang sebelumnya dinyatakan melakukan doping berdasar tes oleh National Dope Testing Laboratory yang bermarkas di New Delhi, India. Dari bocoran yang didapat, para atlet itu berasal dari cabang olahraga berkuda, menembak, gulat, atletik, dan panahan.

Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Bidang Peningkatan Prestasi dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto mengungkapkan, komitmen mereka memberantas praktik doping dalam dunia olahraga tanah air sangat kuat. Sebab, selain merupakan cara yang tidak sportif, doping memberikan dampak buruk bagi kesehatan atlet.

Dengan begitu, selain berencana mencabut semua gelar dan bonus yang diraih atlet yang melakukan doping, pemerintah berencana tidak melibatkan mereka dalam sejumlah event internasional. Maklum, para pengguna zat terlarang itu rata rata adalah peraih medali emas yang berhak mewakili Indonesia di SEA Games 2017. ’’Kami akan mencoret mereka dari peserta SEA Games,’’ tegasnya.

Dalam perkembangan lain, PB Perbakin ( Pengurus Besar Persatuan Menembak Indonesia) sudah mendengar isu penggunaan doping yang dilakukan atlet mereka saat tampil di PON. Namun, induk organisasi tersebut belum mengetahui secara jelas isu doping itu.

’’Kami baru sebatas mendengar dari media. Siapa atletnya dan dari nomor mana saja, kami belum mendapat informasi secara total,’’ jelas Gunawan, kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Perbakin, kemarin (25/12). ’’ Tapi, kalau ada yang terbukti, kami serahkan saja semuanya pada mekanisme hukum,’’ katanya.

Pria asal Jakarta tersebut lantas menjelaskan, unsur doping dalam olahraga menembak sejatinya tidak sama dengan olahraga pada umumnya. Di menembak, jenis vitamin yang sering digunakan adalah beta-blocker yang berfungsi menurunkan denyut jantung dan memberikan kenyamanan tinggi bagi pengguna.

Atlet dari cabang olahraga yang membutuhkan ketenangan dan konsentrasi tingkat tinggi seperi menembak dan panahan adalah yang paling rentan menyalahgunakan obat jenis itu. ’’Biasanya seorang atlet tidak bisa lolos tes doping kalau sudah menggunakan betablocker. Sebab, zatnya tidak ada dalam jenis obat yang lain,’’ ungkapnya.

Di sisi lain, salah seorang atlet nasional, Eko Yuli Irawan, menyatakan, pemerintah dan PB PON harus tetap bijak merespons hasil tes doping yang dilakukan badan antidoping in ternasional di India tersebut. ’’Sebab, bisa jadi sang atlet tidak sengaja mengonsumsi jenis obat yang mengandung zat ter larang itu. Atlet belum tentu bersalah,’’ tutur peraih medali pe rak angkat besi Olimpiade Rio de Ja neiro, Brasil, itu. ( ben/ c5/ ady)

WAHYUDIN/JAWA POS

BIDIK SASARAN: Perlombaan salah satu nomor di cabang olahraga menembak di PON XIX/2016 Jabar. Salah seorang atlet cabor tersebut terindikasi doping dalam PON.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.