Polisi Periksa Teman Pria Yayuk

SPG Mal yang Tewas di Hutan Mangrove

Jawa Pos - - Metropolis -

SURABAYA – Teka-teki penyebab kematian Yayuk, gadis yang jasadnya ditemukan mengambang di sungai Hutan Mangrove Wonorejo, akhirnya terkuak. Gadis 18 tahun yang menjadi sales promotion girl (SPG) pusat perbelanjaan di Surabaya Selatan tersebut merupakan korban pembunuhan

Karena itu, polisi terus berupaya mengungkap pelaku di balik kematiannya.

Ada beberapa fakta yang akan didalami polisi. Di antaranya, selama ini Yayuk diketahui memiliki banyak teman pria. Hal itu diceritakan oleh Ida Mayanti, salah seorang saudaranya. Ida sempat curiga saat Yayuk menghapus kontak BBM beberapa temannya. ’’Saya sempat tanya tentang itu, tapi dia diam saja,’’ kata Ida di rumahnya kemarin (25/12).

Karena tidak pulang, keluarganya mendatangi tempat kerja Yayuk. Tujuannya, menemukan gadis tersebut. Namun, di sana keluarga mendapat laporan bahwa Yayuk sudah pulang kerja. Bahkan, kepada teman-temannya, Yayuk sempat mengatakan akan makan di warung bakso. Lantaran warung tutup, Yayuk pamit pulang.

Ida mengatakan bahwa Yayuk memang tipikal perempuan yang punya banyak teman pria. Beberapa kali Yayuk diketahui pulang dengan pria berbeda. Terakhir, gadis 18 tahun itu melihat Yayuk bersama seorang pria bernama Aldo. ’’Biasanya saat berangkat kerja, Yayuk mampir ke kos Aldo dulu di Bungurasih, lalu berboncengan ke Royal Plaza. Motor Yayuk dibawa Aldo, pulangnya Yayuk dijemput,’’ jelasnya.

Motor yang biasa dikendarai Yayuk adalah Honda Vario warna merah. Sebelum hilang, Yayuk membawa tas berisi dompet dan handphone. ’’Sampai sekarang motor dan barang-barang Yayuk belum ditemukan,’’ bebernya. Pada Sabtu (24/12), jenazah Yayuk dimakamkan di Blitar.

Jawa Pos sempat mengecek latar belakang Yayuk ke gerai pakaian tempat korban bekerja sebagai SPG. Lilik, salah seorang rekan kerjanya, mengatakan bahwa Yayuk itu supel, cenderung centil. Dia mudah mengenal orang karena sifatnya tersebut.

Kemarin Jawa Pos mendatangi rumah Yayuk di Jalan Ikan Kakap, Kalibader, Taman, Sidoarjo. Di rumah bercat hijau itu, Yayuk tinggal bersama kakeknya, Weliyanto. Dia tinggal di sana sejak umur 3 bulan, setelah orang tuanya bercerai.

Jaka, tetangga kakeknya, mengatakan, Yayuk adalah anak tunggal. Dia hidup jauh dari ibunya sejak kecil. Ibunya merantau ke Singapura sebagai TKW. ’’Di rumah itu hanya tinggal bertiga, Pak Weliyanto dan istrinya dengan Yayuk,’’ ungkapnya.

Menurut Jaka, warga sekitar Jalan Ikan Kakap mengetahui Yayuk tewas pada Jumat malam (23/12). Hal tersebut diketahui setelah beberapa polisi datang ke rumah kakek korban. ’’ Shock semua, tidak nyangka Yayuk meninggal dan mayatnya ditemukan di hutan mangrove,’’ lanjutnya. Selama ini Yayuk dikenal sebagai gadis yang baik dan ceria. Dia aktif dalam kegiatan karang taruna di kampungnya.

Indah, warga lain, menuturkan, tidak ada yang aneh dengan perilaku Yayuk sebelum ditemukan tewas pada Minggu malam (18/12). Dara kelahiran 3 Juni 1998 itu bekerja seperti biasa. Yayuk berangkat sekitar pukul 12.00 karena mendapat sif siang. ’’Kata keluarganya Minggu malam masih menelepon ke rumah, tanya ke kakeknya mau pesan makanan apa,” ungkapnya.

Cerita tentang Yayuk juga disampaikan Ida Hariati, neneknya. Ida menjelaskan, pada pukul 22.30 Yayuk menelepon kakeknya. Dia menawari sang kakek nasi goreng untuk dibawa pulang. ’’Ditunggu sampai jam 02.30 Senin (19/12) tidak pulangpulang,’’ ungkapnya.

Kapolsek Rungkut Kompol Dwi Heri mengatakan, setelah melihat hasil otopsi, dirinya memerintah anak buahnya untuk memeriksa saksi-saksi. Di antaranya, teman kerja dan teman pria Yayuk. ’’Kami tidak mau membeberkan secara jelas. Yang pasti, penyelidikan terus dilakukan setelah hasil sementara otopsi kami pegang,’’ tegas Heri.

Pihaknya juga sudah memetakan kronologi sebelum Yayuk menghilang dan lost contact. ’’Gambaran itu sudah ada. Yang pasti, dia memang menghilang setelah pulang kerja,’’ lanjutnya.

Heri mengungkapkan, kasus Yayuk itu memang penuh teka- teki. Selain banyak faktor dan spekulasi terkait dengan penyebab kematian korban, lokasi ditemukannya jasad Yayuk membuat polisi harus bekerja keras. ’’Bayangkan, dia ditemukan di sungai. Jadi, saat ini kami masih memetakan kronologi yang mungkin mendekati kemungkinan korban meninggal,’’ tuturnya.

Kanitresmob Polrestabes Surabaya AKP Agung Pribadi menambahkan, berdasar hasil sementara otopsi, bisa dipastikan Yayuk dibunuh. Namun, menurut keterangan dokter, korban masih hidup sebelum dibuang ke sungai. ’’Jadi, dia meninggal di sungai dalam keadaan sekarat dan penuh luka,’’ ucapnya. (rid/edi/dop/c7/git)

NAHAS: Yayuk semasa hidup.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.