Latih Siswa Kerjakan Soal-Soal HOT

Jawa Pos - - Metropolis -

SURABAYA – Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) digelar sekitar tiga bulan lagi. Para siswa pun harus dibiasakan berlatih mengerjakan soal-soal ujian. Jangan heran bila pelatihan digelar sejumlah sekolah.

Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMK Anton Sujarwo menyatakan, rapat koordinasi bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tentang pelaksanaan UNBK sudah dilakukan. Kisi-kisi soal UNBK pun telah disampaikan.

Untuk tahap awal, pihaknya akan berkoor di nasi dengan para guru matematika SMK di Surabaya. Koordinasi itu di laku kan untuk mengkaji kisi- kisi UNBK. Kisi- kisi tersebut bakal di ter je mahkan lebih spesifik

Selanjutnya, kajian dituangkan dalam bentuk soal. ”Tahap awal adalah pertemuan pengurus, lalu dengan anggota untuk pembuatan soal,” katanya.

Selama ini, pihaknya memang wait and see. Sebab, ada isu tentang moratorium ujian nasional (unas). Namun, setelah unas dipastikan batal dimoratorium, persiapan UNBK pun berlanjut.

Anton menyebutkan, kisi-kisi tahun ini memiliki kesamaan dengan tahun sebelumnya. Soal-soal yang bersifat higher order thinking (HOT) tetap ada. Namun, pihaknya belum bisa menyebutkan komposisinya, apakah lebih banyak soal yang sulit atau mudah. ”Pekan ini dibahas. Kami akan coba perbanyak soalsoal HOT,” tuturnya.

Bagaimana komposisi soal UNBK tahun lalu? Anton mengaku tak mengetahui komposisi soal dengan tingkat kesulitan tinggi, menengah, dan mudah. Sebab, unas dilakukan dengan komputer. Soal-soal langsung diterima siswa melalui komputer. Masing-masing siswa juga menerima soal yang berbeda.

Kondisi itu memang disayangkan. Namun, di sisi lain, hal tersebut justru melecut semangat siswa agar mempersiapkan diri dengan baik. Misalnya, memperbanyak analisa soal yang bersifat HOT. Sebab, para siswa belum optimal dalam mengerjakan soal bertipe HOT. Yakni, soal yang membutuhkan analisa tingkat tinggi. ”Soal cerita yang tidak cukup diselesaikan hanya dengan teori atau cara biasa, melainkan butuh nalar atau analisa,” jelasnya.

Karena itu, pekan ini, pihaknya akan mencoba mengkaji kisi-kisi. Baik untuk UNBK maupun ujian sekolah berstandar nasional (USBN). Selain soal pilihan ganda, ada soal uraian objektif dan nonobjektif. Soal uraian objektif memiliki jawaban dengan rumusan yang relatif lebih pasti.

Sementara itu, soal uraian nonobjektif memiliki rumusan jawaban yang sama dengan rumusan jawaban bebas. Siswa diajak menguraikan dan memadukan gagasan pribadi atau hal-hal yang telah dipelajarinya. Yakni, dengan mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis. Dengan begitu, penilaiannya sangat memungkinkan unsur subjektivitas.

Setidaknya, lanjut Anton, para guru bakal diajak membuat 20 paket soal. Masing-masing paket terdiri atas 40 soal. Agar lebih mudah, pihaknya juga mengemasnya dalam Power Point yang disertai pembahasan. ”Targetnya, pada pekan ketiga Januari kembali diterima guru untuk bahan evaluasi dan prediksi soal,” tuturnya. (puj/c18/git)

FERLYNDA/JAWA POS

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.