Rizza Pimpin Ansor

Jawa Pos - - Sidoarjo -

SIDOARJO – Seperti sudah diprediksi, M. Rizza Ali Faizin kemarin (25/12) terpilih secara aklamasi sebagai ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo. Melalui konferensi cabang (konfercab) di Ponpes Bumi Shalawat, Lebo, alumnus UINSA itu resmi menggantikan Slamet Budiono.

Rizza terpilih secara aklamasi karena satusatunya yang memenuhi syarat pencalonan. Dari 18 pengurus di tingkat kecamatan, dia mengantongi 12 suara pengurus anak cabang (PAC) dan 176 suara pengurus ranting (PR). Padahal, syarat untuk menjadi calon ketua hanya butuh 3 suara PAC dan 20 suara PR. Karena itu, Rizza pun langsung ditetapkan pimpinan sidang sebagai ketua GP Ansor periode 2016–2020.

Ketika ditemui di arena konfercab, Rizza menyatakan siap memegang amanah baru tersebut. Salah satu tugasnya memperluas jaringan kerja sama dengan organisasi lain. Termasuk dengan jajaran instansi pemerintahan. ’’Supaya keberadaan kita semakin bermanfaat bagi banyak pihak,’’ jelasnya.

Suasana Konfercab GP Ansor kemarin berlangsung semarak. Ribuan pemuda berjas hijau dan berseragam Banser memadati Ponpes Bumi Shalawat

Sejumlah tokoh dan pejabat hadir dalam pembukaan pesta demokrasi empat tahunan itu. Di antaranya, anggota DPR Syaikhul Islam Ali, Bupati Saiful Ilah, Kapolresta AKBP M. Anwar Nasir, Dandim 0816 Letkol Inf Andre Julian, dan Ketua DPRD Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan. Juga, jajaran PC NU Sidoarjo dan badan otonom. Wakil Badan Musyawarah Antargereja (Bamag) Sidoarjo dan sejumlah pimpinan organisasi kepemudaan juga datang.

Dalam sambutannya, Syaikhul mengatakan bahwa GP Ansor berpengaruh besar dalam sta- bilitas negeri. Karena itu, dia menekankan pentingnya peningkatan mutu kader. Apalagi, bangsa Indonesia tengah diuji. Ada banyak pihak yang hendak membentur-benturkan agama dan negara. Dia mencontohkan kondisi sejumlah negara di Timur Tengah seperti Mesir dan Syiria. ’’Kita harus belajar dari pengalaman negara itu,’’ tuturnya.

Syaikhul pun berharap anggota dan kader-kader GP Ansor tidak mudah terjun dalam gerakangerakan yang tidak punya landasan jelas. Selain itu, jangan mudah terprovokasi. ’’Harus bisa menjadi contoh bagi masyarakat dan ormas lain. Pemikiran kita harus modern karena kita hidup di zaman modern,’’ jelas senator PKB yang merupakan alumnus Universitas Al Azhar, Mesir, tersebut.

Pernyataan senada disampaikan Ketua PW GP Ansor Jatim Rudi Tri Wahid. Dia menuturkan, karamah dan keramatnya GP Ansor harus diimbangi peningkatan kemampuan berorganisasi. Para anggota memerlukan kecakapan dalam banyak hal. Dengan demikian, tidak hanya bermanfaat bagi organisasi, tetapi juga bisa menjadi pencerah masyarakat.

’’Karamah dan keramat itu harus kita jaga supaya nggak cepat kiamat. Soalnya, organisasi ini ditirakati banyak orang,’’ ungkapnya. (jos/c15/hud)

CHANDRA SATWIKA/JAWA POS

KADER: Syaikhul Islam Ali saat menghadiri Konfercab GP Ansor Sidoarjo kemarin.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.