Jawa Pos

Dukut Tulis 5 Buku, Khuluq Pilih Ngajar

-

GRESIK – Husnul Khuluq, Dukut Imam Widodo, dan Syaiful Bahri akhirnya bisa menghirup udara bebas. Kemarin (12/4) sekitar pukul 15.00, mereka keluar dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II-B Cerme.

Khuluq yang mantan sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gresik keluar paling dulu. Lalu, diikuti Dukut Imam Widodo dan Syaiful Bahri. Mereka diantar Kepala Rutan Sagiman, Kasi Pelayanan Anis Handoyo, dan sejumlah staf lain. Wajah mereka semringah, senang karena bisa berkumpul dengan keluarga masing-masing. Selama lima bulan mereka harus menjalani hidup dalam penjara. Tepatnya, sejak 14 November 2016.

Sagiman menyatakan, selama lima bulan di Rutan Gresik, Khuluq, Dukut, dan Syaiful berkelakua­n baik. ’’Bahkan, mereka sering kami minta mengisi pengajian dalam rutan,’’ ujarnya.

Di sisi lain, sel Rumah Tahanan (Rutan) Cerme tak mampu membelengg­u kreativita­s Dukut Imam Widodo. Selama lima bulan dia hidup dalam terali besi, kreativita­snya justru memuncak. Dukut menulis lima buku baru.

Tas kresek merah ditenteng Dukut sekeluar dari Rutan Gresik kemarin (12/4). Tas itu berisi baju. Mengenakan celana jins biru dipadu biru pula, lelaki asli Malang tersebut menebar senyum. Semringah.

Istri Dukut menyambut di pintu keluar. ”Ini (istri, Red) yang mendorong saya tetap kuat selama di penjara,” ujar lelaki 63 tahun itu. Gaya bicaranya masih tegas dan blakblakan. Dukut juga tetap rajin menulis. Penulis yang tinggal di Surabaya itu mengaku telah menyelesai­kan lima buku. Separo hari atau 12 jam dihabiskan mantan general affair

PT Smelting tersebut untuk menulis. Tanpa libur. ”Saya menulis pakai tangan. Karena laptop tidak boleh dibawa dalam ruangan,” katanya, lalu tersenyum.

Sh Sehari i bi bisa selesail i 12 lembarl b tulisant li tangan. Dukut lalu menyerahka­n tulisan itu kepada asistennya untuk disalin. ”Hidup harus tetap semangat,” tuturnya.

Buku apa yang ditulis? Dukut tidak menyebutka­n detailnya. Sebab, dia sedang ditunggu keluargany­a untuk segera pulang. Lima buku tersebut terdiri atas 3 buku pesanan perusahaan dan 1 buku pesanan salah satu pemkab. ”Satu buku lagi, pengalaman saya di penjara,” ungkapnya.

Buku pengalaman pribadi Dukut selama penjara tersebut setebal sekitar 300 halaman. Judulnya? ”Saya di Penjara,” jawabnya. Isinya, antara lain, pengalaman pribadi berkumpul dengan tahanan dan narapidana. Baik tahanan kasus perjudian maupun pencabulan. Pengalaman itu tidak pernah dilupakan seumur hidupnya. ”Sudah naik cetak kok,” katanya. Dukut memang penulis. Pada 1988, dia terkenal sebagai penulis novel dengan setting Soerabaia Tempo Doeloe.

Sebagaiman­a diberitaka­n, Khuluq, Dukut, dan Syaiful akhirnya lepas dari jerat hukum. Tiga terdakwa perkara dugaan korupsi dana retribusi sewa sebagian perairan laut Gresik itu dinyatakan tidak bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya pada Selasa (11/4). Mereka bebas. (yad/c22/c25/roz)

 ??  ?? T-shirt manager AKU BEBAS: Dukut Imam Widodo melambaika­n tangan ketika keluar dari Rutan Gresik kemarin.
T-shirt manager AKU BEBAS: Dukut Imam Widodo melambaika­n tangan ketika keluar dari Rutan Gresik kemarin.
 ??  ?? Husnul Khuluq
Husnul Khuluq

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia