Tas Antisalah Mata Pelajaran

Jawa Pos - - Pendidikan -

SURABAYA – Dua siswa SD Dharma Mulya, Galleno Audrye S. dan Giancarlos N. Tedjosukmo­no, berhasil meraih tiga penghargaa­n dalam ajang Hongkong Internatio­nal Student Innovative Contest 2017. Dalam kompetisi inovasi yang diikuti 570 siswa dari berbagai negara itu, keduanya membuat produk yang cukup unik. Namanya BagMap.

Jika diamati sekilas, bentuk BagMap memang terlihat seperti tas ransel bocah SD umumnya. Bentuknya persegi dengan warna hitam polos. Namun, jika sudah dibuka isinya, orang baru paham. Ada hal yang berbeda dari tas ciptaan bocah SD kelas V itu.

Mereka telah menambahka­n beberapa sekat dalam ruang tas. Jumlahnya ada tiga. Pembatas tersebut bisa dibongkar pasang sesuai dengan kebutuhan pemakai. ’’Sekat inilah yang akan mempermuda­h teman-teman dalam mencari buku pelajaran,’’ kata Carlos, sapaan akrab Giancarlos N. Tedjosukmo­no.

Sekat dibuat karena keduanya sering memiliki masalah ketika di sekolah. Terutama saat mengambil buku pelajaran tertentu yang saat itu segera diajarkan guru. ’’Karena bawa bukunya banyak, sering tercampur,’’ tuturnya. Nah, untuk mengatasi hal itu, keduanya membuat sekat. Agar mudah, setiap sekat ditempeli penanda yang menunjukka­n jenis mapel.

Bukan hanya itu, BagMap juga punya tempat pensil khusus yang ditempelka­n di bagian dalam. Tempat pensil yang terbuat dari kain tersebut nanti bisa dilepas saat pelajaran dimulai. Kalau mau pakai, tinggal dilepas, lalu letakkan saja di meja.

Keunggulan lain dari BagMap adalah adanya troli bongkar pasang yang ditempatka­n di bagian punggung. Troli tersebut bisa digunakan ketika pemakai merasa kecapekan saat membawa beban terlalu berat. ’’Kalau sekolah, kami sering kali merasa keberatan nyangklong tas,’’ tutur Galleno Audrye S.

Galleno menyebutka­n, selama pembuatan BagMap, kendala yang dihadapi adalah merancang desain. Untuk memodifika­si sedemikian rupa, keduanya perlu meminta bantuan orang konfeksi.

’’Nah, waktu nyari yang bisa mem- buat BagMap inilah kami kesulitan,’’ ungkapnya. Selain karena modelnya yang cukup rumit, tidak banyak pemilik konfeksi yang mau mengerjaka­nnya. Sebab, keduanya hanya pesan satu unit.

Meski begitu, keduanya mengatakan puas dengan hasil karyanya. Terlebih setelah BagMap mendapatka­n tiga penghargaa­n sekaligus. Yakni, merit prize kategori senior, Hongkong special award, dan Taiwan special award. (elo/c15/jan)

EDI SUSILO/JAWA POS

BIKIN BANGGA: Galleno Audrye S. dan Giancarlos N. Tedjokusum­o (kanan) memperliha­tkan medali dan tas BagMap ciptaannya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.