Juru Foto Jangan Terpaku Konsep

Jawa Pos - - MODERN WEST -

SURABAYA – Menjadi kreatif saja tidak cukup. Tak terkecuali dalam bisnis. Dibutuhkan kerja keras dan kemauan belajar agar dapat memahami secara mendalam. Yang tak kalah penting adalah semangat untuk terus berkarya.

Dalam dunia fotografi, misalnya, seorang fotografer sejati seharusnya tak mengandalk­an aplikasi editing. Akibatnya, hasil foto bukan murni kemampuan sendiri. Esensi fotografi juga semakin terkikis. ”Fotografi mutlak harus belajar cahaya,” tutur Darwis Triadi dalam Workshop Challenge Your Creativity di Auditorium Lantai 7 Universita­s Ciputra kemarin (8/3).

Pada perkembang­an teknologi saat ini, tidak dapat dimungkiri banyaknya aplikasi post production yang bermuncula­n. Bahkan, aplikasi tersebut dapat digunakan secara mudah meski oleh orang awam. Fotografi pun demikian. Dengan adanya aplikasi editing, semakin banyak fotografer yang mengandalk­an pengeditan. Akibatnya, mereka malas untuk menciptaka­n foto yang bagus.

Menurut Darwis, fenomena yang saat ini berkembang adalah juru foto terpaku pada konsep sebelum memotret. Padahal, konsep bisa didapat on the spot jika fotografer bisa cepat membaur dengan situasi. Semakin sering berlatih, akan semakin mudah menentukan komposisi yang tepat.

Ketika pikiran terasa buntu dan tak menemukan inspirasi, Darwis menyaranka­n untuk melihat literatur sebagai bagian dari proses belajar. Namun, jangan lupa memasukkan ide dan imajinasi.

GALIH COKRO/JAWA POS

BELAJAR DARI AHLINYA: Darwis Triadi (kiri) berbagi pengalaman tentang fotografer dan dunia fotografi kemarin. Takun Arrosid (kanan) memperhati­kan penjelasan Darwis.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.