Jawa Pos

88 Orang Tertipu Modus Investasi Rumah

Jumlah yang Disetor Lebih dari Rp 2 Miliar

-

SIDOARJO – Hati-hati memilih wadah investasi. Jangan mudah tergiur iming-iming hasil melimpah dengan modal sedikit. Jika tidak, bisa jadi bernasib sama dengan Maisaroh. Warga Kepuhkemir­i, Tulangan, itu menjadi korban penipuan dengan modus investasi perumahan. Sejauh ini dia menyetor Rp 28,5 juta. Bukannya untung, dia malah buntung.

Kemarin (16/3) dia mendatangi SPKT Polresta Sidoarjo. Maisaroh tidak sendirian. Dia bersama belasan orang yang bernasib sama dengannya. ’’Kami ingin keadilan,’’ jelasnya. Laporan para korban tersebut diwakili Endah Rahayu. Dia juga korban. ’’Total kerugian kami tidak sedikit,’’ katanya.

Dari catatan yang dikantongi­nya, korban penipuan investasi abalabal itu mencapai 88 orang. Mereka tidak hanya berasal dari Kota Delta, tapi juga dari luar daerah. ’’Jumlah uang yang disetor semua korban lebih dari Rp 2 miliar,’’ sebutnya.

Endah menyatakan, dirinya dan korban lainnya termakan bujuk rayu PT Papan Agung Solution (PAS). Perusahaan tersebut terletak di Ruko Graha Anggrek Mas Regency, Sidoarjo. Belakangan diketahui bahwa perusahaan investasi itu dibekukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 23 September 2017. ’’Kantor perusahaan sudah tutup. Direkturny­a tidak bisa dihubungi,’’ ujarnya.

Kasus penipuan tersebut, kata Endah, pernah dilaporkan ke Polda Jatim pada Febuari lalu.

Logikanya tidak masuk akal. Ada orang beli rumah, nah yang didapat bukan hanya rumah, tetapi juga uang untuk membelinya. Itu perusahaan dapat keuntungan dari mana?’’

MUKHARROM HADI KUSUMO Sekretaris YLPK Jatim

Mereka menjadikan Direktur PT PAS Praditya Zungto Rizanjaya sebagai terlapor. Namun, perkara itu dianjurkan untuk dibawa ke Polresta Sidoarjo. ’’Kami juga melaporkan penipuan tersebut ke Yayasan Lembaga Perlindung­an Konsumen (YLPK) Jatim,’’ ungkapnya.

Sekretaris YLPK Jatim Mu- kharrom Hadi Kusumo mendesak pihak berwajib agar segera mengambil tindakan. Selain meresahkan masyarakat, kerugian yang ditimbulka­n tidak sedikit. PT PAS, lanjut dia, juga menyalahi prosedur sejak awal. Mereka bukan perusahaan pengembang perumahaan, tapi berani menawarkan rumah kepada masyarakat. ’’Banyak yang jadi korban karena keuntungan yang didapat menggiurka­n,’’ terangnya.

Dalam pasal kelima surat perjanjian, misalnya. Mereka yang membeli rumah di PT PAS bakal mendapatka­n cash back senilai harga rumah. Uang tersebut diserahkan lima tahun setelah pembayaran lunas. ’’Logikanya tidak masuk akal. Ada orang beli rumah, nah yang didapat bukan hanya rumah, tetapi juga uang untuk membelinya. Itu perusahaan dapat keuntungan dari mana?’’ ungkapnya.

Dari penelusura­nnya, rumah yang ditawarkan kepada korban juga bukan wewenang PT PAS. Pemiliknya adalah perusahaan pengembang lain. ’’Yang kami laporkan bukan hanya pidana. Untuk mengembali­kan uang para korban, kami juga menempuh jalur perdata. Jadi, aset perusahaan bisa dilelang negara untuk menutup kerugian korban,’’ katanya.

 ?? EDI SUDRAJAT/JAWA POS ?? CARI KEADILAN: Para korban penipuan berkedok investasi rumah melapor ke SPKT Polresta Sidoarjo kemarin.
EDI SUDRAJAT/JAWA POS CARI KEADILAN: Para korban penipuan berkedok investasi rumah melapor ke SPKT Polresta Sidoarjo kemarin.
 ??  ??

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia