Jawa Pos

Tidak Mengira Bisa Sekalap Itu

-

TETANGGA sekitar kos-kosan pasutri Baidhowi dan Novia mengenal keluarga tersebut jarang bertengkar. Baidhowi dikenal pendiam. Dia rajin beribadah. Bahkan, hampir setiap subuh dia salat berjamaah di masjid setempat.

’’Tadi kayak kerasukan begitu. Tidak menyangka seperti itu. Orangnya baik,’’ kata Rini, salah seorang tetangga kos di kawasan Tengger, Manyar.

Mengapa sampai begitu kalap? Baidhowi mengaku khilaf. Dia seperti tidak sadar bisa sampai melakukan perbuatan tersebut. Namun, sebagai lelaki, Baidhowi mengaku siap bertanggun­g jawab. Menanggung risiko atas tindakanny­a. ’’Saya siap menjalanin­ya. Ini memang salah,’’ ucapnya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia