Jawa Pos

Bikin Pengguna Jalan Kenjeran Tidak Nyaman

-

SURABAYA – Keberadaan anak jalanan (anjal) di Jalan Raya Kenjeran dikeluhkan pengguna jalan. Karena tak diberi uang, anak-anak yang biasanya datang membawa kemoceng merusak mobil pelintas. Keluhan itu langsung direspons Tim Odong-Odong Satpol PP Surabaya. Kemarin mereka bersiaga di perempatan Jalan Kenjeran.

Ada dua regu yang diterjunka­n ke Jalan Raya Kenjeran. Satu regu berisi sepuluh orang. Dengan memakai rompi dan helm, mereka berdiri di dekat perempatan. Petugas aktif mengawasi keberadaan anjal. ”Kalau dijaga, anak-anak nakal tak berani muncul,” papar Komandan Regu 4 Tim Odong-Odong Arief Wahyudi.

Ada anjal yang bersembuny­i dan melihat aktivitas petugas dari kejauhan. Arief menjelaska­n, anjal biasanya pergi ke perempatan dengan gestur akan membersihk­an kaca mobil pengguna jalan. Tak semua pengemudi menggubris­nya.

”Karena nggak direken, ada anak yang marah. Dia menggarit bodi mobil sambil lari,” ungkap Arief.

Aksi tersebut tentu membuat pemilik kendaraan marah. Namun, mereka sulit menegur karena anjal keburu lari. Selain membuat pengemudi marah, keberadaan anjal dianggap mengganggu ketertiban umum. Mereka sering menghentik­an kendaraan secara mendadak. Akibatnya, terjadi kemacetan di Jalan Raya Kenjeran.

 ?? EKO HENDRI/JAWA POS ?? BERJAGA: Tim Odong-Odong satpol PP di Jalan Kenjeran kemarin.
EKO HENDRI/JAWA POS BERJAGA: Tim Odong-Odong satpol PP di Jalan Kenjeran kemarin.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia