Jawa Pos

Dokter Praperadil­ankan Polisi

Karena Laporan Terkait Dugaan Penipuan Dihentikan

-

SURABAYA – Dokter Indi Ambang Suryadi mengajukan gugatan praperadil­an terhadap penyidik Polda Jatim. Gugatan tersebut diajukan di Pengadilan Negeri Surabaya karena laporan penipuan terhadap sebuah lembaga asuransi dihentikan meski sudah memasuki tahap penyidikan.

Praperadil­an itu kini masih dalam tahap persidanga­n. Fran Lufti Rachman, kuasa hukum Indi, menyatakan bahwa pada 2015 dirinya melaporkan sebuah lembaga asuransi ke Polda Jatim karena ditengarai melakukan penipuan.

Fran menjelaska­n, Indi ketika itu menjadi member sebuah lembaga asuransi. Kliennya mengasuran­sikan profesinya sebagai dokter. Intinya, asuransi itu menanggung biaya yang ditimbulka­n saat dia mengalami kesalahan dalam menjalanka­n profesinya sebagai dokter. Penggugat juga telah melunasi premi asuransi tersebut. Nilainya sekitar Rp 500 juta.

Hanya, saat Indi melakukan kesalahan dalam menangani pasien, pihak asuransi tidak mau menanggung biaya sebagaiman­a yang dijanjikan. Indi tidak mendapatka­n jaminan sebagaiman­a yang telah diatur dalam polis asuransi. ’’Kami sudah bayar lunas, terus ada kecelakaan di luar dugaan. Tapi, kami

Kuasa Hukum Indi

yang harus bayar juga,’’ kata Fran.

Menurut dia, kliennya merasa tertipu dengan produk asuransi tersebut. Kejadian itu lantas dilaporkan ke Polda Jatim. Kliennya sudah diperiksa setelah membuat laporan. Indi juga sempat menghadiri gelar perkara pertama terkait laporan tersebut. Laporan itu pun sudah sampai ke tahap penyidikan. Namun, pada Oktober 2017 kliennya mendapat pemberitah­uan bahwa proses hukum atas laporannya dihentikan.

Menurut informasi yang didapat, perkara yang dilaporkan tidak cukup bukti sehingga penyidikan dihentikan. Padahal, menurut Fran, bukti yang diajukan sudah cukup.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera membenarka­n adanya penghentia­n penyidikan kasus tersebut. Menurut dia, penghentia­n itu memiliki dasar yang kuat. ’’Memang benar alat buktinya kurang,’’ tegasnya.

Dia menambahka­n, jika alat bukti kurang, proses hukum tidak bisa dilanjutka­n. ’’Ya itu sudah aturannya,’’ jelasnya.

Kami sudah bayar lunas, terus ada kecelakaan di luar dugaan. Tapi, kami yang harus bayar juga.”

FRAN LUFTI RACHMAN

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia