Seluk-beluk Membuat Webcomic

Jawa Pos - - MODERN WEST -

SURABAYA – Membaca komik sekarang tak hanya dari buku, tapi juga bisa dari website. Seri komik yang dipublikas­ikan online itu banyak digemari. Bukan hanya pembaca, banyak pula yang tertarik membuat komik online tersebut.

Pada event Techno Progressiv­ism yang dihelat Jurusan Visual Communicat­ion Design Universita­s Ciputra kemarin (29/4), ada kegiatan workshop dan kompetisi webcomic. Menurut Maria Riezqie Firnanda, wakil ketua panitia, cukup banyak anak muda yang ingin tahu cara pembuatan komik online. ”Karena perkembang­an zaman, anak sekarang baca komiknya tidak hanya dari buku,” ujarnya di Ciputra World kemarin.

Peserta yang mengikuti workshop pembuatan webcomic oleh ilustrator Henry Trisula diajari cara menggambar tokoh komik dalam sketsa manual untuk diubah menjadi sketsa digital. Selain itu, peserta diberi ilmu cara menjual komik yang dibuat.

Ada juga lomba pembuatan komik setrip. Salah seorang peserta yang mengikuti event tersebut adalah Geralda Cornelian. Dia sangat menggemari webcomic dan ingin tahu cara pembuatan webcomic yang benar. ”Kebetulan saya nanti juga akan mengikuti kegiatan lomba serupa,” katanya. Pihak panitia berharap kegiatan itu mampu mewadahi bakat anak muda yang kreatif.

PAKAI PENSIL: Hansen Christophe­r membuat komik strip. Dia belajar cara membuat webcomic di Ciput r a World kemarin.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.