Melek Isu dengan Teater

Jawa Pos - - SOUTH METRO -

SURABAYA – Meningkatkan empati terhadap kondisi sekitar bisa dikemas menjadi sajian menarik. Misalnya, yang dilakukan mahasiswa program English for Creative Industry (ECI) Universitas Kristen Petra (UKP) kemarin (30/4). Mereka mengangkat isu-isu terbaru dengan menjadi lakon teater berbahasa Inggris.

Customer is King merupakan judul seni panggung yang ditampilkan di Studio Petra Little Theatre (PLT). Ada tiga pemeran utama yang tampil dalam teater berdurasi 60 menit tersebut. Mereka adalah Emily Abigail berperan sebagai Helga, Immanuel S. Wijaya (Deddy Rompies), dan Arya Sandy (manajer hotel). ’’Biarkan saja. Tamu adalah raja. Yang penting dia sudah bayar kepada kita,’’ ujar si manajer hotel kepada Helga dalam bahasa Inggris. ’’Tapi Tuan, dia memiliki masalah dengan keluarganya,’’ jawab Helga. Itu merupakan beberapa dialog dalam puncak cerita.

Latar belakang cerita diambil di dalam hotel. Helga sebagai karyawan magang dihadapkan pada sebuah konflik. Dia dilanda kebingungan. Pilihan antara menyelamatkan pelanggan yang akan bunuh diri dan pekerjaannya karena desakan dari atasan.

’’Cerita diangkat dari isu yang sedang hangat. Salah satunya kasus bunuh diri,’’ ungkap Hapsari Lily Dewanti, sutradara teater. Bukan hanya itu, mereka mengajak para penonton untuk lebih peduli terhadap kondisi sekitar. ’’Kasus bunuh diri paling banyak disebabkan orang yang depresi. Nah, mereka ini sebenarnya bisa ditolong kalau ada orang yang care,’’ ungkap Lily.

DIKA KAWENGIAN/JAWA POS

BERBAHASA INGGRIS: Dua pemeran teater Customer is King dalam pementasan kemarin.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.