Jawa Pos

Baru Mampu Perbaiki SD

-

SIDOARJO – Perbaikan sekolahsek­olah rusak tahun ini belum bisa menyentuh seluruh jenjang. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pemkab Sidoarjo hanya mampu merehab sekolah tingkat SD. Karena anggaran terbatas, pembenahan SMP baru bisa dilakukan tahun depan.

Kepala Dikbud Asrofi menyatakan, program perbaikan sekolah terus berjalan. Sesuai rencana, rehab SD dikerjakan lebih dulu. Terdapat 42 lembaga pendidikan dasar yang dibenahi. Terutama yang tingkat kerusakann­ya parah. ’’Misalnya, dinding atap jebol sehingga mengganggu proses belajar-mengajar,’’ ucapnya.

Dikbud mengalokas­ikan dana Rp 20 miliar. Asrofi optimistis pembenahan 42 sekolah itu bisa rampung akhir tahun ini. ’’Setelah SD, baru SMP,’’ ujarnya.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dikbud Rudi Pujiantoro menuturkan, perbaikan sekolah saat ini memasuki proses lelang. Kegiatan rehab dimulai pertengaha­n bulan. Mayoritas sekolah yang rusak berada di wilayah Kecamatan Taman dan Sukodono. Di Taman, misalnya, ada enam sekolah. Sementara itu, di Sukodono, terdapat lima sekolah. ’’Kecamatan lain hanya satu atau dua sekolah,’’ katanya.

Dia melanjutka­n, alokasi dana untuk rehab sekolah terbilang minim. Dari perhitunga­n DPRD, kebutuhan anggaran sebetulnya mencapai Rp 69,6 miliar. Karena itu, tahun ini dikbud hanya menganggar­kan rehab untuk SD.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sidoarjo Mulyono menyebutka­n, dari hasil pendataan, total ada 345 sekolah rusak. Pemkab diminta membangun 30 ruang kelas baru (RKB) dan 20 perpustaka­an. ’’Total kebutuhann­ya Rp 69,6 miliar. Jadi, harus dicukupi,’’ tuturnya.

 ??  ??

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia