Jawa Pos

Israel Balas Larang Warga Indonesia Masuk Negaranya

Berlaku Mulai 9 Juni, Agen Travel Waswas

-

JAKARTA – Pemerintah menyayangk­an kebijakan Israel yang melarang warga negara Indonesia (WNI) masuk ke wilayahnya. Sebab, di wilayah yang diklaim negara zionis tersebut terdapat tempattemp­at suci milik banyak agama. Larangan itu berlaku efektif mulai 9 Juni sampai batas waktu yang belum ditetapkan. Pemerintah Israel masih menolerans­i kunjungan sampai 5 Juni. Kebijakan tersebut berlaku untuk perseorang­an maupun grup atau rombongan

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pihaknya belum mendapat penjelasan atau informasi utuh mengenai persoalan itu. Namun, jika benarbenar diberlakuk­an, kebijakan tersebut akan merugikan WNI yang ingin berziarah. ”Karena Jerusalem kota suci beberapa agama. Banyak umat beragama dari Indonesia yang juga ingin ke Baitul Maqdis, beberapa tempat yang dianggap suci sebagai bentuk peribadata­n,” ujarnya di Jakarta kemarin (30/5).

Merujuk info.goisrael.com, wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Israel pada 2018 mencapai 15,6 ribu orang. Angka itu terus menanjak bila dibandingk­an dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 14,8 ribu turis dan 7,5 ribu orang pada 2016.

Pengamat Timur Tengah Smith Alhadar menjelaska­n, kebijakan Israel itu balasan keputusan pemerintah Indonesia beberapa waktu lalu yang juga melarang warga berpaspor Israel masuk wilayah RI. ”Masalahnya, warga Indonesia butuh Israel. Karena kunjungan ke Israel kebanyakan urusan ibadah. Sedangkan kunjungan Israel ke Indonesia liburan,” katanya kemarin.

Dosen hubungan internasio­nal Universita­s Padjadjara­n Teuku Rezasyah mengatakan, sikap Israel itu merupakan jawaban atas ketegasan pemerintah RI menolak kedatangan warga Israel ke Indonesia. ”Penolakan Indonesia dipicu perilaku Israel di tanah Palestina yang tidak sejalan dengan asas perikemanu­siaan dan resolusi PBB,” katanya.

Rezasyah menyatakan, kebijakan Israel itu jelas berdampak pada program wisata rohani Indonesia. Selama ini, program wisata rohani beberapa agama di Indonesia menyertaka­n Israel sebagai salah satu titik yang dikunjungi. ”Sebenarnya masih ada titik temu,” jelasnya. Harapan Israel adalah pemerintah Indonesia melunak dan mengizinka­n warga Israel datang ke Indonesia meski terbatas jumlahnya. Misalnya, terbatas untuk wisata, misi budaya, serta pertukaran ilmu pengetahua­n dan teknologi.

”Walaupun kedua negara tidak punya hubungan diplomatik, jalan tengah berbasis rohani atau keagamaan bisa diusahakan,” jelasnya. Upaya memperbaik­i hubungan itu sebaiknya tidak melibatkan publik di dalam negeri masingmasi­ng. Dia berharap Kemenlu sesuai dengan kewenangan­nya segera merespons kebijakan Israel tersebut. Sayang, sampai tadi malam Kemenlu belum bersedia mengomenta­ri kebijakan Israel itu. Jawa Pos menghubung­i Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir, tetapi belum ada balasan.

Beberapa biro travel mengaku waswas dan berharap pelarangan itu bisa segera dicabut. ”Kami punya rombongan VIP yang akan berangkat pada 10 Juni. Padahal, pelarangan­nya mulai 9 Juni,” ujar agen biro travel di Jogjakarta yang dihubungi kemarin.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia